Cuaca Ekstrem, Nelayan Samboja Hilang di Laut

persiapan tim pencarian nelayan samboja yang menghilang di laut. (Sumber: Kantor SAR Balikpapan)
persiapan tim pencarian nelayan samboja yang menghilang di laut. (Sumber: Kantor SAR Balikpapan)

BALIKPAPAN – Cuaca buruk buat seorang nelayan Samboja menghilang sejak semalam. Saat ini petugas pun masih dalam usaha pencarian korban yang merupakan warga Tj. Sembilang Rt 008 Desa Muara Sembilang Kec. Samboja Kab. Kutai Kartanegara.

Dalam keterangan tertulisnya, Kantor SAR Balikpapan mendapat informasi hilangnya korban pada Rabu, 24 Januari 2024 pukul 15.10.

Bacaan Lainnya

Kepala Kantor SAR Balikpapan Dody Setiawan memaparkan kronologis yang mereka terima. Pertama, pada hari selasa (23/1/2024) sekitar pukul 19.00 wita, korban R (42) bersama rekannya berangkat ke laut untuk menangkap ikan menggunakan perahu. Pada saat di laut terjadi cuaca ekstrem. Sehingga kedua orang nelayan Samboja tersebut terjatuh dari perahu. Atas kejadian tersebut satu orang selamat, dan korban R saat ini belum ditemukan

“Lokasi Kejadian di Perairan Samboja Kabupaten Kutai Kartanegara,” paparnya.

Kantor Pencarian dan Pertolongan Balikpapan pun berkoordinasi dengan Pelapor. Lalu, Tim Rescue Kantor Pencarian dan Pertolongan Balikpapan bergerak menuju LKP. Sejumlah unsur terlibat yaitu Tim Rescue Kantor Pencarian dan Pertolongan Balikpapan, Polsek Samboja, BPBD Samboja, PMI Samboja, Masyarakat dan Keluarga Korban.

Sementara itu, sebelumnya BMKG telah mengeluarkan prakiraan cuaca.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyampaikan prospek cuaca wilayah Indonesia terhitung mulai 23-29 Januari 2024. Mereka memperkirakan, hujan juga akan masih menyambangi wilayah Kaltim.

Fenomena atmosfer terkini, mendukung potensi pertumbuhan awan hujan di wilayah tersebut yakni Siklon tropis ini membentuk daerah perlambatan kecepatan angin (konvergensi) di sekitar siklon tropis, serta menginduksi peningkatan kecepatan angin >25 knot (low level jet) di sekitar siklon tropis. (Redaksi)

Baca juga: Siapkan Jas Hujan dan Payung, Sebab Hujan Masih Sering Menyambangi Kaltim

Bagikan:

Pos terkait