Tenggarong – Debat publik pasangan calon bupati dan wakil bupati Kutai Kartanegara (Kukar) 2025 resmi digelar pada Rabu malam, 9 April 2025 pukul 20.00 WITA, bertempat di Gedung Beladiri Stadion Aji Imbut.
Debat ini diselenggarakan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kutai Kartanegara (Kukar) sebagai bagian dari tahapan pasca putusan Mahkamah Konstitusi terkait perselisihan hasil pemilihan sebelumnya.
Mengangkat tema “Tata Kelola dan Kepemimpinan Profesional dalam Mewujudkan Kutai Kartanegara yang Sejahtera,” ketiga pasangan calon (paslon) menyampaikan visi, misi, serta gagasan mereka untuk masa depan Kukar.
Paslon 01: Aulia Rahman Basri – Rendi Solihin
Dalam penyampaian visi-misinya,
Aulia dan Rendi menyampaikan pesan penuh harapan dan menggambarkan pasangan ini sebagai simbol cahaya harapan yang siap melanjutkan cita-cita pembangunan Kukar.
“Dr. Aulia Rahman Basri dan Rendi Solihin bukan sekadar pengganti dalam pemilihan ulang, namun sebagai perumus Kukar idaman terbaik. Bersama Rendi Solihin, dua sosok muda ini siap melanjutkan harapan rakyat,” ungkapnya.
Paslon 02: Awang Yacoub Luthman – Akhmad Zais
Mengusung visi “Satu Utama Ibadah untuk Rakyat”, pasangan ini menekankan pentingnya kemandirian daerah yang berpijak pada nilai ketuhanan, keadilan, dan kesejahteraan.
Calon wakil bupati, Akhmad Zais memaparkan paradigma tata kelola dan kepemimpinan profesional yang berpihak pada transparansi, akuntabilitas, serta kepemimpinan yang berintegritas dan berorientasi hasil.
“AYL aja, Etam nyaman sama-sama,” tuturnya.
Paslon 03: Dendi Suryadi – Alif Turiadi
Pasangan ini menyoroti rendahnya pemanfaatan potensi luar biasa Kukar. Dendi menegaskan komitmen mereka untuk tidak sekadar menjanjikan visi, namun mewujudkannya dengan tindakan nyata.
“Kami menyadari bahwa rakyat Kukar harus mendapatkan kemampuan dan kesejahteraan. Kami hadir membawa keberanian untuk menindaklanjuti visi kami,” tegasnya.
Selain itu, Ketua KPU Kukar, Rudi Gunawan, menyampaikan apresiasi atas suksesnya pelaksanaan debat.
“Alhamdulillah, debat paslon berjalan lancar. Ini berkat dukungan semua pihak, termasuk rekan-rekan media,” ucapnya. Ia juga mengingatkan bahwa masa kampanye berlangsung dari 9–15 April, masa tenang pada 16–18 April, dan pemungutan suara pada 19 April 2025.
Debat ini diharapkan menjadi sarana bagi masyarakat untuk lebih memahami visi dan misi dari masing-masing calon, demi menentukan pilihan terbaik demi masa depan Kutai Kartanegara yang sejahtera dan berdaya saing.
Nur Fadillah Indah/mediaetam.com








