TENGGARONG – Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP2KB) Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), Adianur Optimistis kasus stunting Kukar akan turun.
Pasalnya saat ini pihaknya telah menurunkan sekitar 477 Tim Pendamping Keluarga (TPK) siap mendampingi masyarakat yang berisiko stunting di Kukar.
“Pendampingan keluarga di desa dan kelurahan sudah berjalan,” ucapnya.
Lanjutnya, ratusan TPK yang sudah terbentuk tersebut telah tersebar di 237 kelurahan/desa di Kukar. Dengan total anggota sebanyak 1.431 orang, yang masing-masing tim berjumlah tiga orang yang terdiri dari Bidan, kader PKK dan kader KB.
“Seluruh anggota TPK itu berstatus sebagai relawan yang mengantongi SK dari kelurahan/desa masing-masing ini bertugas mendampingi calon pengantin, ibu hamil, ibu menyusui dan keluarga yang memiliki balita,” paparnya.
Dijelaskan Adianur, berdasarkan data 2021 lalu, di Kukar terdapat sekitar 80 ribu keluarga yang berisiko stunting. Seperti ibu menyusui, ibu hamil, keluarga miskin dan keluarga yang tidak memiliki penghasilan tetap.
Sehingga, mereka adalah orang-orang yang harus didampingi TPK. Termasuk keluarga yang tidak memiliki sanitasi yang baik.
“Kami optimistis terjadi penurunan kasus stunting di Kukar tahun ini, karena memang selain kami Pemkab Kukar sudah secara masif menggerakan semua OPD terkait untuk ikut dalam penurunan stunting,” tandasnya. (rm6/mediaetam.com)








