Seno Aji Soroti Keamanan Pekerja Smelter Nikel di Pendingin

Smelter nikel di Pendingin, Sangasanga, Kabupaten Kutai Kartanegara, Kaltim. (KJI Samarinda)
Smelter nikel di Pendingin, Sangasanga, Kabupaten Kutai Kartanegara, Kaltim. (KJI Samarinda)

Samarinda, Mediaetam.com – Pada awal Oktober lalu, Kebakaran terjadi di pabrik smelter nikel di Pendingin. Dua TKA jadi korban dengan kondisi satu kritis dan satu orang meninggal dunia. Menanggapi kejadian ini, DPRD Kaltim pun memanggil pimpinan PT Kalimantan Ferro Industry (KFI). Hal ini harusnya menjadi perhatian soal keamanan pekerja

“Untuk mendapatkan keterangan kejadian kecelakaan tersebut,” jelas Wakil Ketua DPRD Kaltim Seno Aji.

Dia juga menyampaikan duka cita atas meninggalnya korban. Kejadian ini pun harus jadi evaluasi perusahaan. Padahal, pihaknya telah mendukung sepenuhnya pabrik smelter nikel. Sebab, berguna untuk peningkatan ekonomi masyarakat Kukar khususnya dan Kaltim umumnya. Seno Aji juga telah memberi perhatian terhadap pabrik ini. Pihaknya telah meminta pemenuhan 60 persen tenaga kerja lokal, pihak perusahaan juga telah menyetujui permintaan itu. Namun, kecelakaan justru terjadi, padahal peresmian baru mereka lakukan.

Belum Sebulan Diresmikan

Sebelumnya, pada 19 September 2023, Gubernur Kaltim Isran Noor kala itu memimpin Peresmian  Pabrik Smelter Nikel PT Kalimantan Ferro Industri (KFI)  – Tahap Pertama di Kelurahan Pendingin, Kecamatan Sangasanga, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar).

Pabrik smelter nikel yang dibangun pada 22 Januari 2022  itu telah menelan dana investasi tidak kurang dari Rp5 triliun dengan serapan tenaga kerja lokal 1.700 orang dan 250 tenaga kerja asing. Penyerapan tenaga kerja lokal berasal dari dua kecamatan dan enam kelurahan.

Saat itu, mereka berhasil membangun 2 line. Secara keseluruhan perusahaan ini akan membangun 18 line dengan total produksi nikel 4-5 juta ton. Isran kala itu yakin jika 18 line smelter nikel ini bisa selesai. Apalagi tenaga kerja yang akan terserap di industri besar ini mencapai 10.000 hingga 15.000 orang.

Saat peresmian itu, Direktur Utama PT KFI Zhou Bu mengatakan pembangunan pabrik ini sangat memperhatikan permasalahan lingkungan. Selanjutnya mereka akan segera menyelesaikan 16 line.

“Enam belas line berikutnya akan kami bangun secepat-cepatnya,” kata Zhou Bu.

Dia mengatakan, KFI saat ini telah mengantongi  Surat Keterangan Kelayakan Lingkungan (SKKL) dari Kementerian Lingkungan Hidup Kehutanan Republik Indonesia.  Untuk seluruh proyek bernilai total Rp26 triliun itu,  KFI akan bekerja sama dengan PLN untuk pemenuhan kebutuhan energi. (Mujahid/Advertorial/Mediaetam.com)

Bagikan:

Pos terkait