TENGGARONG – Seorang wanita diduga mengalami patah hati ekstrem, hingga memutuskan untuk mengakhiri nyawanya sendiri di kawasan Turap Timbau, Kukar. Aparat dan warga berupaya menolongnya, namun ia menolak diselamatkan. Aksi penyelamatan yang harusnya sederhana sontak menjadi dramatis.
Suasana di kawasan Turap Timbau, tepatnya di depan Bengkel 99, RT 023 Jalan Wolter Monginsidi, mendadak mencekam pada Senin (29/12/2025) sore. Seorang wanita berusia sekitar 30 tahun melakukan serangkaian percobaan bunuh diri yang menghebohkan warga timbau dan pengguna jalan.
Saksi mata di lokasi kejadian, Riska, yang merupakan pemilik kedai teh setempat, menceritakan bahwa aksi nekat tersebut bermula sekitar pukul 16.00 Wita. Wanita tersebut turun dari sebuah mobil merah yang terparkir di area turap dan langsung menunjukkan gelagat mencurigakan.
“Lebih dari lima kali dia mencoba (bunuh diri). Awalnya dia lari ke tengah jalan, seolah sengaja ingin menabrakkan diri ke kendaraan yang lewat, tapi untungnya tidak ada kendaraan yang menabrak,” ungkap Riska.
Tak berhenti di situ, wanita tersebut kemudian menuju tepi turap. Riska mengaku sempat melihat tangan wanita itu sudah memegang pagar besi, bersiap untuk terjun ke Sungai Mahakam.
Seorang pria berbaju putih yang diduga kerabat dekatnya terdengar berteriak meminta tolong dalam bahasa Bugis saat wanita tersebut akhirnya benar-benar melompat ke air.
Upaya Penyelamatan
Aksi penyelamatan berlangsung dramatis. Tim dari Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar), BPBD, serta warga sekitar segera berbondong-bondong memberikan pertolongan. Namun, upaya evakuasi sempat terkendala lantaran sang wanita terus memberontak.
Alih-alih meraih bantuan, wanita tersebut justru beberapa kali mencoba menenggelamkan dirinya kembali. Bahkan, ia sempat melilitkan tali bantuan ke lehernya sendiri sebagai bentuk penolakan untuk diselamatkan.
Di tengah upaya evakuasi, wanita yang tampak emosional itu terus meneriakkan kalimat bernada keputusasaan cinta. “Bukti aku cinta sama kamu!” teriaknya sambil terus diapit oleh petugas dan pria yang bersamanya.
Setelah drama yang cukup panjang, tim dari Satpolairud yang menggunakan perahu akhirnya berhasil mengangkat wanita tersebut dari sungai Mahakam sekitar pukul 17.00 Wita.
“Korban sudah kami evakuasi dan segera dibawa ke Pos Polairud untuk penanganan lebih lanjut,” ujar salah satu petugas kepolisian di lokasi.
Belum diketahui pasti motif di balik aksi nekat tersebut, namun dugaan sementara berkaitan dengan masalah asmara. Saat ini, kondisi wanita tersebut dalam pemantauan petugas untuk memastikan keselamatan fisik dan psikisnya.
Penulis: Nur Fadillah Indah/mediaetam.com








