TENGGARONG – Di sudut Desa Loa Lepu, Kecamatan Tenggarong Seberang, aroma pedas gurih seblak khas Margareta sudah akrab bagi para tetangga. Perempuan 31 tahun itu sudah menekuni usaha seblak, mie pedas, dan minuman sejak 5–6 tahun lalu. Berawal dari dapur rumah, kini dagangannya ikut meramaikan setiap festival yang digelar di desanya.
“Kalau ramai, Alhamdulillah dan setiap festival saya ikut terus,” ucapnya sambil tersenyum.
Margareta tak berjalan sendiri. Dukungan Pemdes Loa Lepu turut membantunya bertahan. Dari tenda, meja, baju, hingga baliho, semua difasilitasi. Bahkan sebelum UMKM resmi dibentuk, ia sudah difasilitasi pembuatan Nomor Induk Berusaha (NIB) dan sertifikat halal gratis.
Puncak kebahagiaan datang saat Festival Wisata Kuliner Nusantara OLIO CENTER digelar di Lapangan Sepak Bola Desa Loa Lepu. “Kami senang sekali. Jarang ada acara seperti ini, jadi bisa sama-sama jualan dan dapat keuntungan,” tuturnya.
Omzet yang biasanya berkisar Rp800 ribu per minggu kini bisa meningkat saat ada event. Toping seblaknya bervariasi, dari harga Rp1.000, Rp2.000, hingga Rp3.000 per biji tergantung varian. Dirinya pun tak hanya mengandalkan pembeli di festival, tapi juga melayani penjualan di rumah dan secara online.
Baginya, acara seperti ini bukan sekadar tempat berjualan, tetapi juga semangat untuk berkembang bersama. “Harapannya pemerintah sering-sering adakan event, biar kita terbantu dan UMKM di desa bisa maju bersama,” tutupnya.
Nur Fadillah Indah/mediaetam.com








