Gerakan Solidaritas, Nelayan Kerang Dara Bermalam di Depan Gate 1 PT.PHSS Tuntut Kepedulian dan Ganti Rugi

Para nelayan kerang dara muara badak bermalam di gate 1 PT.PHSS (Facebook)
Para nelayan kerang dara muara badak bermalam di gate 1 PT.PHSS (Facebook)

TENGGARONG – Terhitung sejak 4 Februari 2025 lalu, masyarakat Muara Badak, melalui Persatuan Budi Daya Kerang Dara, telah melakukan aksi unjuk rasa di depan Gate 1 Pertamina hingga hari ke – 8 mereka tetap bertahan di depan gate 1 gerbang PT.PHSS.

Aksi ini menuntut kepedulian perusahaan terhadap dampak yang ditimbulkan serta proses ganti rugi yang belum juga diselesaikan hingga saat ini.

Muhammad Yusuf Humas Persatuan Budi Daya Kerang Dara Muara Badak melalui via telpon kepada mediaetam.com menyampaikan Setelah satu minggu aksi, yang sempat sebelumnya diikuti oleh 500 orang pendemo, masyarakat memutuskan untuk melakukan sistem jaga bergantian di gate 1.

“Kita juga bangun dua tenda di depan sampai detik ini dan sampai menunggu hasil kepedulian perusahaan serta proses ganti rugi di selesaikan,” ucapnya.

Aksi ini bertujuan untuk menuntut agar segera menunjukkan kepedulian dan menyelesaikan masalah ganti rugi yang sampai saat ini belum terjawab.

Selain itu, dalam proses aksi, warga memberikan kelonggaran akses bagi nelayan yang ingin melaut, bahkan ada yang berbagi makanan kepada sesama peserta aksi, menunjukkan semangat solidaritas yang tinggi.

“Masyarakat berharap bahwa PT.PHSS dapat membuka diri dan memberikan kejelasan terkait tuntutan yang diajukan,” tuturnya.

Organisasi masyarakat di Muara Badak, termasuk KNPI dan Organda, kini bergabung dalam perjuangan ini, menunjukkan bahwa solidaritas terus berkembang, meskipun pemerintah daerah dan DPRD sudah memberikan instruksi kepada Perusahaan, namun belum memberikan respons yang memadai.

“Aksi ini terus berlanjut dengan rencana aksi solidaritas lebih besar yang akan melibatkan berbagai pihak, termasuk Komisi 12 DPR RI yang dikabarkan akan turun langsung untuk memantau permasalahan ini,” ujarnya.

Masyarakat khususnya para nelayan kerang dara Muara Badak berharap agar Pertamina segera membuka dialog untuk mencapai solusi yang adil bagi semua pihak. (Nur Fadillah Indah/mediaetam.com)

Bagikan:

Pos terkait