Ini kata PDAM Tirta Mahakam Soal Protes Mahasiswa Tentang Kualitas Air

Aksi Demonstrasi Mahasiswa Unikarta di halaman kantor PDAM Tirta Mahakam, 24/2/25 (Doc. Whatssapp Group)
Aksi Demonstrasi Mahasiswa Unikarta di halaman kantor PDAM Tirta Mahakam, 24/2/25 (Doc. Whatssapp Group)

TENGGARONG – Sekelompok mahasiswa Universita Kutai Kartanegara melakukan aksi demonstrasi di halaman kantor PDAM Tirta Mahakam Kukar terkait distribusi air dan kualitas air (24/2/25).

Mereka menuntut perbaikan kualitas dan distribusi air yang dinilai buruk, Aksi ini dipicu oleh keluhan masyarakat tentang kualitas air yang keruh dan apabila mengendap mengendap menjadi lumpur di dalam bak serta kesulitan dalam memperoleh air di beberapa wilayah.

Wahono, salah satu Asisten Manajer Divisi Humas dan Protokol Perumda Tirta Mahakam, mengonfirmasi keluhan masyarakat yang telah tersebar melalui media sosial, yang menyebutkan kualitas air yang menurun dalam beberapa minggu terakhir. Hal ini disebabkan oleh kondisi sungai Bapus atau Sungai Mahakam yang tercemar, serta gangguan pada sistem distribusi air.

“Pada dasarnya, kami mengapresiasi aksi mahasiswa ini yang mengingatkan kami untuk terus meningkatkan layanan meskipun secara umum layanan kami baik, penurunan kualitas air baku yang menyebabkan penurunan kualitas dan kuantitas air yang kami distribusikan,” ungkapnya.

Masalah kualitas air diperburuk oleh kebocoran pipa di beberapa titik, terutama di daerah Tenggarong. Salah satu kebocoran ditemukan di kawasan Pelabuhan Pulau Kumala, yang telah menyebabkan aliran air terhambat. Pihak PDAM segera melakukan perbaikan dan kini distribusi air di daerah terdampak telah normal kembali.

Beliau juga menjelaskan bahwa saat ini kualitas air telah kembali membaik, dan distribusi air sudah lancar serta Pihak PDAM berkomitmen untuk menjaga kualitas dan kuantitas air, terutama menjelang bulan Ramadan, untuk mendukung kegiatan ibadah masyarakat.

Namun, PDAM mengakui bahwa sistem pengolahan air mereka belum sepenuhnya mampu menangani air yang tercemar oleh karena itu, mereka mengajak pihak-pihak terkait untuk bekerja sama dalam mencari solusi, termasuk bantuan dari akademisi atau perusahaan yang memiliki bahan kimia untuk mengolah air keruh menjadi air bersih.

“Perumda Tirta Mahakam adalah milik kita bersama,.kami ingin meminta maaf atas gangguan pelayanan yang terjadi, dan kami berkomitmen untuk terus memperbaiki dan mengurangi kebocoran serta meningkatkan kualitas layanan,”tutupnya. (Nur Fadillah Indah/mediaetam.com)

Bagikan:

Pos terkait