TENGGARONG – Ketua Careteker Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), Abdillah mengecam keras tindakan represif yang diduga dilakukan oleh oknum anggota Polri terhadap warga Jonggon di depan Mako Brimob. Abdillah menegaskan bahwa pernyataan ini merupakan sikap resmi KNPI Kukar atas insiden tersebut.
“Yang pertama, ini bukan aksi, melainkan pernyataan sikap dari KNPI Kukar. Kami menerima informasi bahwa telah terjadi tindakan represif oleh oknum Polri terhadap masyarakat Jonggon di depan Mako Brimob. Diketahui, kejadian itu bermula dari miskomunikasi, namun justru berujung pada pemukulan. Padahal seharusnya Polri hadir dengan pendekatan humanis, bukan kekerasan,” ujarnya dalam pernyataannya.
Menurutnya, tindakan tersebut bertentangan dengan slogan “Polri untuk Masyarakat” yang selama ini digaungkan oleh institusi kepolisian. Ia menilai, tindakan kekerasan itu mencoreng citra Polri sebagai pengayom masyarakat.
“Kami belum menemui korban secara langsung, namun dari berbagai pemberitaan media, sosial media serta adanya laporan masyarakat ke Polres Kukar, kami melihat tindakan ini sangat tidak sesuai dengan semangat pelayanan Polri yang humanis. Tindakan tersebut justru mencederai wibawa institusi Polri secara keseluruhan,” jelasnya.
Sebagai langkah lanjutan, pihaknya berencana melakukan koordinasi dengan Bupati Kukar dan mendatangi Polres Kukar.
“Kami akan koordinasi dengan Bupati Kukar dan rencananya hari ini juga kami akan ke Polres Kukar untuk menindaklanjuti hal ini. Kami akan advokasi dan klarifikasi kepada pihak kepolisian setempat,” tambahnya.
Ia juga menyampaikan harapannya agar semua pihak menjaga kondusifitas dan menyerahkan sepenuhnya proses hukum kepada aparat penegak hukum.
“Harapan kami, jaga kondusifitas, dan percayakan penyelidikan serta penyidikan kepada pihak berwenang. Kami minta Kapolda dan Kapolres untuk mengusut tuntas kasus ini agar tidak merusak citra institusi Polri di mata masyarakat,” pungkasnya.
(Nur Fadillah Indah/mediaetam.com)








