Lestarikan Cagar Budaya, Bupati Kukar Batalkan Rehabilitasi Jembatan Besi dan Bangun Jembatan Baru

Lestarikan Cagar Budaya, Bupati Kukar Batalkan Rehabilitasi Jembatan Besi dan Bangun Jembatan Baru
Lestarikan Cagar Budaya, Bupati Kukar Batalkan Rehabilitasi Jembatan Besi dan Bangun Jembatan Baru

Tenggarong – Bupati Kutai Kartanegara (Kukar), Edi Damansyah, kembali menegaskan komitmennya untuk menjaga dan melestarikan bangunan bersejarah di daerahnya. Dalam upaya tersebut, beliau memutuskan untuk membatalkan rencana rehabilitasi Jembatan Besi Tenggarong dan menggantinya dengan pembangunan jembatan baru yang lebih modern. Jembatan baru ini akan dibangun melintasi Sungai Tenggarong dan menghubungkan kawasan Jl. Danau Semayang dengan Jl. Monumen Barat.

Edi Damansyah menekankan bahwa Pemkab Kukar selalu berkomitmen untuk melestarikan cagar budaya yang ada di wilayahnya, termasuk Jembatan Besi yang menjadi salah satu ikon bersejarah. “Kami memiliki komitmen tinggi untuk menjaga situs-situs bersejarah dan cagar budaya di Kukar. Saya mengapresiasi peran serta masyarakat yang terus mengawasi dan memberikan masukan terkait pelestarian ini,” ungkap Edi Damansyah. “Setelah melakukan kajian mendalam, kami memutuskan untuk memindahkan lokasi pembangunan jembatan baru di jalan yang lebih lurus, antara Jl. Danau Semayang dan Jl. Monumen Barat,” tambahnya.

Bacaan Lainnya

Pembangunan jembatan baru ini juga mendapat dukungan penuh dari masyarakat setempat yang telah mengajukan usulan untuk mempermudah akses ke Masjid Agung dan Masjid Jami. Dengan meningkatnya jumlah kendaraan, jembatan yang ada saat ini sudah tidak mampu menampung volume lalu lintas yang terus berkembang. Edi Damansyah berharap pembangunan jembatan baru dapat mengatasi masalah tersebut sekaligus memberikan kemudahan akses ke tempat ibadah.

Pentingnya Kolaborasi Masyarakat dan Pemerintah dalam Pelestarian Cagar Budaya

Bupati Edi mengapresiasi peran aktif Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kukar yang telah melakukan perencanaan matang dan melibatkan tokoh masyarakat serta budayawan dalam proses ini. “Dinas PU telah menunjukkan kemampuan dan dedikasinya dalam merencanakan pembangunan infrastruktur yang aman dan nyaman bagi masyarakat,” jelasnya.

Dalam kesempatan tersebut, Edi juga menekankan pentingnya kecepatan dalam proses administrasi. “Saya ingin proses administrasinya berjalan cepat dan pengerjaannya juga dipercepat. Semakin cepat selesai, semakin baik, karena ini tidak melibatkan pembongkaran bangunan yang ada,” katanya dengan tegas.

Dinas PU Kukar, melalui Kepala Dinas Wiyono, menjelaskan bahwa keputusan untuk membangun jembatan baru ini berdasarkan hasil kajian yang menunjukkan bahwa jembatan lama sudah tidak lagi memenuhi kebutuhan lalu lintas yang terus berkembang. Wiyono menambahkan, pembangunan jembatan baru akan memperhatikan aspek keamanan dan kenyamanan bagi semua pengguna jalan.

Menjaga Sejarah dan Membangun Masa Depan

Edi Damansyah juga mengingatkan pentingnya untuk selalu menjaga adat, budaya, dan situs bersejarah yang menjadi warisan bagi generasi mendatang. “Komitmen kami dalam melestarikan cagar budaya tetap menjadi prioritas. Program Kukar Idaman, yakni Kukar berbudaya, mencerminkan tekad kami untuk melestarikan warisan budaya sekaligus membangun masa depan yang lebih baik bagi masyarakat,” tuturnya.

Dengan pembangunan jembatan baru yang lebih modern, diharapkan tidak hanya akan meningkatkan aksesibilitas dan keamanan transportasi, tetapi juga menjaga keberlanjutan pelestarian cagar budaya. Ini merupakan langkah nyata Pemkab Kukar dalam mewujudkan keseimbangan antara kemajuan infrastruktur dan pelestarian warisan budaya.

Bagikan:

Pos terkait