Kukar – Bupati Edi Damansyah mengatakan Kecamatan Tenggarong Seberang merupakan salah satu lumbung/sentra pangan di Kabupaten Kutai Kartanegara yang menjadi salah satu pemasok pangan di Kaltim. Namun, ada 5 masalah/kendala utama yang dihadapi oleh petani selama ini yakni Pengairan/Irigasi, Jalan Usaha Tani, Alat dan Mesin Pertanian (Alsintan), Pemasaran, Regenerasi Petani dan Petugas Penyuluh Pertanian (PPL).
Ia juga menerangkan bahwa dalam penyelesaian permasalahan, Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara telah melakukan berbagai strategi dan kebijakan guna melakukan intervensi permasalahan tersebut. Intervensi tersebut dilakukan oleh OPD Teknis di lingkungan Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara dan kerjasama dengan TNI khususnya KODIM 0906 Kutai Kartanegara melalui Kegiatan TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) dan Kegiatan Karya Bhakti.
“Mari bersama-sama memperbaiki serta menuntaskan persoalan pertanian dan menjadikan salah satu prioritas utama yang harus diselesaikan,” ungkapnya.
Edi juga mengaku bahwa sudah melakukan evaluasi dengan jajaran untuk memperbaiki masalah yang ada dilapangan salah satunya adalah pengairan karena apabila tidak ada air maka para petani tidak akan bisa menanam.
“Permasalahan ini sudah dievaluasi sebelumnya oleh Dinas Pertanian dan Peternakan Kabupaten Kukar serta Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Kukar dan akan segera di optimalisasi program tersebut di penghujung 2024 dan rencana kerja di 2025,” terangnya.
Edi juga meminta kepada para PPL dan anggota KTNA agar terlibat dengan perbaikan data-data baik itu data anggota KTNA aktif maupun data-data yang terkait dengan infrastruktur pertanian dan kebutuhan pertanian.
“saya harap kelompok yang sudah mendapat bantuan ini agar dikelola dengan baik dan memberikan dorongan penguatan sehingga nanti keberlanjutannya kembali kepada kelompok dan anggotanya untuk terus mengembangkan usaha-usaha yang sudah dilakoni selama ini,” jelasnya.
Diakhir Ia berharap KTNA Kabupaten Kutai Kartanegara termasuk pada tingkat Desa/Kelurahan dapat mendorong dan memotivasi para pemuda untuk mau terjun langsung dalam dunia pertanian menjadi pemuda tani yang handal, kreatif, mandiri dan sejahtera. (red)








