Kukar – Selain sebagai sumber penghidupan, potensi wisata sarang walet juga dapat dikembangkan di Desa Sebelimbingan. Pengunjung dapat mengunjungi rumah walet, belajar tentang proses budidaya sarang walet, dan bahkan mencicipi produk-produk berbasis sarang walet. Pengembangan wisata sarang walet tidak hanya meningkatkan pendapatan dari sektor pariwisata, tetapi juga mempromosikan pelestarian lingkungan dan kearifan lokal.
Berada di tepi Jembatan Ing Martadipura, Desa Sebelimbingan, Kecamatan Kota Bangun ramai dengan sawah dan sarang walet. Bupati Kukar Edi Damansyah pun mengatakan Desa Sebelimbingan Kecamatan Kota Bangun merupakan salah satu desa yang potensial dan cukup maju.
“Potensi yang ada harus dioptimalkan,” imbuhnya.
Pendidikan dan kesadaran tentang pentingnya pelestarian walet dan lingkungan juga menjadi fokus penting dalam upaya pelestarian sarang walet di Desa Sebelimbingan. Dengan melibatkan masyarakat dalam program-program pendidikan dan kampanye kesadaran, diharapkan akan tercipta dukungan yang lebih besar untuk pelestarian sumber daya alam dan keberlanjutan industri sarang walet.
Desa Sebelimbingan telah menjadi contoh sukses dalam memanfaatkan potensi sarang walet sebagai sumber penghidupan yang berkelanjutan. Dengan pendekatan yang bijaksana dalam pengelolaan dan pelestarian lingkungan, potensi sarang walet di desa ini dapat terus dikembangkan untuk memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat setempat dan lingkungan sekitar. (Adv/Diskominfo Kukar)








