Menjaga Tambak dan Lingkungan di Muara Badak

jembatan kayu yang akan diproyeksikan untuk wisata (Mediaetam.com)
jembatan kayu yang akan diproyeksikan untuk wisata (Mediaetam.com)

Muara Badak – Deretan pulau-pulau yang terbentuk dari delta Sungai Mahakam, menjadi potensi besar. Dari tambak ini, warga membuat tambak dan memanen bandeng, kepiting, dan udang. Namun, membuka tambak, artinya membuka lahan mangrove. 

 

Maka dari itu, dicari jalan tengah dengan melakukan silvofishery atau penghijauan di area tambak. Seperti yang dilakukan beberapa pengelola tambak di Muara Badak. Manfaatnya, lingkungan terjaga dan petambak makin untung karena kualitas komoditas mereka meningkat.

 

Hal ini disampaikan Syamsul Alam. Pengelola tambak di Muara Badak. Kini, dia mengelola tambak lebih ramah lingkungan. Tak lagi pakai pupuk atau pestisida kimia. Tetapi, kini memberi probiotik atau pupuk alami. Selain itu, juga melakukan penanaman mangrove di beberapa titik tambaknya.

 

“Hasilnya udang kita lebih bagus. Tidak mudah mati,” sebutnya.

 

Dia pun juga mengarah pengembangan ekowisata untuk tambahan cuan dari tambaknya, yang dia sebut juga didukung pemerintah. Sudah ada jembatan kayu yang dibangun dengan pondokan untuk istirahat. 

 

“Jadi, bisa wisata memancing atau kumpul keluarga begitu. Kita senang. Kan makin banyak orang ke Muara Badak. Jadi pilihannya tidak hanya ke pantai. Bisa ke tambak di sini,” ungkapnya. (Adv/Diskominfo Kukar)

Bagikan:

Pos terkait