Meski Diberikan Bantuan Tali Asih, Persatuan Nelayan Kerang Dara Muara Badak Tetap Perjuangkan Kasus Pencemaran

Teks Foto : Bantuan Tali Asih Kepada para nelayan kerang dara muara badak sebanyak 299 nelayan yang hadir di gedung BPU (Facebook)
Teks Foto : Bantuan Tali Asih Kepada para nelayan kerang dara muara badak sebanyak 299 nelayan yang hadir di gedung BPU (Facebook)

TENGGARONG – Humas Persatuan Nelayan Kerang Dara Muara Badak, Yusuf, menyampaikan bahwa mereka para nelayan mendapatkan bantuan tali asih. Namun, Yusuf menambahkan bahwa meskipun bantuan ini diberikan dalam rangka meringankan beban nelayan, pihaknya tetap berkomitmen untuk mengawal proses hukum terkait dengan dugaan pencemaran yang terjadi, dan akan mengambil langkah lebih lanjut jika dianggap perlu.

“Bantuan yang diberikan oleh PT. PHSS dan Pemkab Kukar adalah bentuk kepedulian dan solidaritas sosial terhadap nelayan, namun kami tetap fokus pada proses hukum terkait pencemaran. Kami akan terus mengawal proses ini dan, jika diperlukan, kami siap melakukan aksi untuk memastikan hak-hak nelayan terlindungi,” kata Yusuf.

Bantuan untuk para nelayan ini, berasal dari Pemkab Kukar dan PT. Pertamina Hulu Sanga-Sanga (PHSS), dan disalurkan sebagai bentuk kepedulian sosial kepada nelayan setempat.

Beliau menjelaskan bahwa bantuan yang diterima nelayan dalam bentuk uang tunai dan sembako murni ingin membantu.

“Bantuan yang diberikan ini adalah bantuan sosial yang diberikan oleh Pemkab Kukar dan PT. PHSS, bantuan uang tunai sebesar kurang lebih Rp600 juta untuk sekitar 299 nelayan yang terdaftar, dengan masing-masing nelayan menerima bantuan sebesar Rp2 juta,” tuturnya kepada pihak mediaetam.com.

Selain itu, Pemkab Kukar turut memberikan bantuan sembako sebanyak 52 paket untuk membantu kebutuhan sehari-hari nelayan yang bergerak dalam usaha budidaya kerang dara.

Yusuf menjelaskan bahwa sementara paket sembako yang diterima masih terbatas namun bantuan tersebut akan disalurkan secara hati-hati untuk meminimalisir potensi asumsi negatif dari masyarakat. Data yang terhimpun menunjukkan bahwa total terdapat 299 nelayan yang tercatat, namun hanya sebagian yang telah menerima bantuan tersebut.

“Kami masih menyimpan sembako yang ada untuk didistribusikan dengan bijak dan memastikan bahwa bantuan ini sampai pada yang berhak,” ungkapnya.

Rencananya, pihak kecamatan akan mengadakan rapat pada hari Kamis dengan perusahaan-perusahaan yang ada di Muara Badak, termasuk PHSS, untuk membahas penyaluran bantuan sosial lainnya. (Nur Fadillah Indah/mediaetam.com)

Bagikan:

Pos terkait