TENGGARONG – Salah satu program Kutai Kartanegara (Kukar) Idaman Siap Kerja, yaitu pelatihan pembekalan berbasis masyarakat. Hal ini memang menjadi salah satu program yang paling banyak masyarakat minati.
Pasalnya, selain memperoleh pelatihan secara khusus masyarakat juga memperoleh bantuan peralatan perorangan untuk membuka usaha sendiri.
Bahkan tercatat di tahun 2023 ini, dari 80 Proposal yang masuk di Dinas Transmigrasi dan Tenaga Kerja (Distransnaker) Kukar. Sekitar 60 proposal masyarakat yang masuk berhasil mereka realisasikan. Selain itu, data yang ada Distransnaker menggelar 10 jenis pelatihan. Dengan jumlah mencapai 579 orang yang menghabiskan anggaran sebesar Rp 5 Miliar.
“Selain fokus pada pelatihan kerja kompetensi, pelatihan kerja berbasis masyarakat juga kami galakkan. Bahkan dari proposal yang masuk, kami berhasil melebih target pekerjaan yang harus direalisasikan di 3023,” jelas Kepala Bidang Pembinaan, Pemberdayaan, Penempatan Tenaga Kerja dan Perluasan Kesempatan Kerja (P3K), Distransnaker, Syarifah Rosita.
Lanjutnya, untuk di tahun 2024 mendatang pihaknya kembali mengharapkan adanya proposal dari masyarakat Kukar lebih banyak lagi untuk mengajukan pelatihan berbasis masyarakat yang diinginkan.
“Untuk pelatihan kerja berbasis masyarakat, alurnya sangat sederhana. Masyarakat melalui kelompoknya hanya perlu mengajukan proposal pelatihan yang diinginkan untuk diajukan. dan bila dari hasil penyaringan lolo maka pelatihan tersebut akan kita gelar dan menyediakan bantuan peralatannya,” bebernya.
Untuk diketahui pelatihan berbasis masyarakat di 2023, Distransnaker menggelar pelatihan, tata rias, menjahit, tata boga, bengkel motor, bengkel las, alat pertanian, potong rambut, pertukangan, pertanian. (rm6/mediaetam.com)








