Pemkab Kukar Paparkan Capaian 2025 dan Strategi “Irit” Hadapi Efisiensi Anggaran 2026

Bupati Kukar, Aulia Rahman Basri paparkan expose capaian pembangunan Pemkab Kukar 2025, pendopo bupati, Rabu (31/12/25). (Dilla/Media Etam)

TENGGARONG – Bertempat di Pendopo Odah Etam Bupati, Rabu malam(31/12/2025), Pemkab Kukar menggelar ekspose capaian pembangunan tahun 2025 sekaligus memetakan target kinerja tahun 2026. Agenda ini menjadi momentum transparansi publik untuk meninjau sejauh mana program “Kukar Idaman Terbaik” memberikan dampak nyata bagi masyarakat.

Kemiskinan Turun, SDM Meningkat

Sepanjang tahun 2025, Pemkab Kukar mencatatkan sejumlah tren positif pada indikator makro, terutama dalam upaya pengentasan kemiskinan dan kualitas hidup masyarakat.

Bacaan Lainnya

Tingkat Kemiskinan: Mengalami penurunan signifikan dari 7,61% (2024) menjadi 6,72% (2025). Tercatat sebanyak 4.010 jiwa berhasil keluar dari garis kemiskinan.

Indeks Pembangunan Manusia (IPM): Berada di angka 75,91 (Kategori Tinggi).

Kesehatan: Prevalensi stunting turun ke angka 12,4%, melampaui target nasional. Selain itu, layanan Puskesmas 24 jam kini telah tersedia di 32 titik.

Pendidikan: Pemberian beasiswa “Kukar Idaman” melonjak drastis, dengan distribusi terbanyak pada beasiswa siswa SD (3.016) dan mahasiswa (3.165).

Realisasi Fiskal dan Tantangan Tunda Salur

Dari sisi keuangan, realisasi APBD 2025 per 30 Desember 2025 menunjukkan angka yang perlu mendapat perhatian serius:

Indikator Keuangan Realisasi (Per 30/12/2025)

Realisasi Belanja Daerah Rp8,88 Triliun (Serapan 78,25%)

Realisasi Pendapatan Rp9,04 Triliun

Realisasi PAD Rp587,9 Miliar

Opini LKPD (BPK) Wajar Tanpa Pengecualian (WTP)

Bupati Kukar, Aulia Rahman Basri, mengakui adanya tantangan besar dalam manajemen kas daerah tahun ini, terutama terkait ketergantungan pada dana transfer pusat yang mengalami dinamika tunda salur.

Menatap 2026: Strategi Kolaboratif di Tengah Efisiensi Anggaran

Bupati menegaskan bahwa tahun 2026 akan menjadi periode yang penuh tantangan fiskal. Belanja daerah diproyeksikan turun drastis hampir 40%, dari angka Rp12 triliun (2024) menjadi Rp7,2 triliun (2026).

“Tahun 2026 adalah tahun yang sulit. Penganggaran kita turun hampir 40 persen. Diperlukan strategi luar biasa melalui konsep pembangunan kolaboratif,” ujar Bupati Aulia Rahman Basri.

Untuk menyiasati penurunan APBD tersebut, Pemkab Kukar akan mengedepankan Sinergi Pentahelix dengan melibatkan dunia usaha (swasta) secara lebih aktif.

“Kami tidak ingin tergantung sepenuhnya pada APBD. Contohnya, Pertamina EP di Samboja sudah menyatakan siap menangani program makan bergizi untuk anak dan lansia di wilayah mereka. APBD akan menjadi pertahanan terakhir jika program dari badan usaha tidak mencukupi,” jelas Bupati.

Target Kinerja Makro 2026

Meskipun anggaran mengalami kontraksi, Pemkab Kukar tetap mematok target optimis untuk tahun depan:

Laju Pertumbuhan Ekonomi: Target 5,70% – 6,30%

IPM: Target 77,37

Tingkat Kemiskinan: Target ditekan ke angka 6,10% – 6,60%

Pengangguran Terbuka: Target 3,70% – 3,90%

Fokus Infrastruktur dan Lingkungan

Selain SDM, penyelesaian infrastruktur strategis tetap berjalan. Pembangunan Pasar Semi Modern Tangga Arung dan Gedung Ekonomi Kreatif dilaporkan telah mencapai 100%. Sementara itu, progres Jembatan Sebulu kini berada di angka 39,50% dan akan terus dipacu pada tahun 2026.

Di sisi lingkungan, Indeks Kualitas Lingkungan Hidup (IKLH) Kukar naik 6,25 poin ke angka 79,84, menunjukkan perbaikan pada kualitas air dan tutupan lahan meski intensitas emisi gas rumah kaca masih menjadi catatan yang harus diperbaiki.

Ekspose ini menegaskan tahun 2026 bukan lagi masanya “belanja besar-besaran”, melainkan “belanja cerdas dan kolaboratif”.

Penguatan regulasi, digitalisasi layanan hingga tingkat desa, serta dukungan terhadap Program Nasional Makan Bergizi Gratis akan menjadi wajah baru pembangunan Kukar di tahun mendatang.

Penulis: Nur Fadillah Indah/mediaetam.com

Bagikan:

Pos terkait