TENGGARONG – Polsek Kenohan melakukan pemantauan intensif untuk memastikan kondisi keamanan dan keselamatan masyarakat tetap terjaga di tengah cuaca ekstrem yang belakangan terjadi.
Kapolsek Kenohan, AKP Giri Pratiwo, menyampaikan bahwa situasi di lapangan hingga saat ini terpantau aman.
“Dari seluruh titik yang kami cek, tidak ditemukan adanya longsor, banjir, maupun pohon tumbang. Lingkungan stabil dan masyarakat bisa beraktivitas seperti biasa,” ujarnya, Jumat (5/12/2025).
Pemantauan dilakukan dengan menyisir sejumlah titik rawan bencana bersama personel piket dan bhabinkamtibmas. Menurut AKP Giri, langkah itu merupakan bagian dari kesiapsiagaan Polri menghadapi potensi dampak cuaca ekstrem.
Pengecekan di lokasi rawan akan terus dilakukan secara berkala.
“Kami tetap siaga dan siap memberikan laporan perkembangan situasi di lapangan,” katanya.
Hingga kini, kondisi Kecamatan Kenohan disebut aman, kondusif, dan terkendali. Meski begitu, AKP Giri mengimbau warga agar tetap meningkatkan kewaspadaan.
“Kami imbau masyarakat tetap waspada dan segera melaporkan jika menemukan tanda-tanda potensi bencana di lingkungan mereka,” tutupnya.
Sebagai informasi, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Balikpapan sebelumnya telah merilis peringatan cuaca ekstrem di beberapa wilayah, termasuk Kenohan.
BMKG Balikpapan Keluarkan Peringatan Dini Cuaca untuk Wilayah Kalimantan Timur, 5–7 Desember 2025
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Sultan Aji Muhammad Sulaiman Sepinggan Balikpapan mengeluarkan peringatan dini cuaca untuk wilayah Kalimantan Timur yang berlaku sejak 5 hingga 7 Desember 2025. Dalam rilis resmi tersebut, BMKG memperkirakan adanya potensi hujan lebat yang dapat disertai kilat atau petir serta angin kencang sesaat di sejumlah kabupaten dan kota.
Pada 5 Desember 2025, wilayah yang berpotensi terdampak meliputi Kabupaten Berau, khususnya di Kecamatan Gunung Tabur, Maratua, Segah, dan Tabalar. Kota Samarinda juga masuk dalam daftar dengan wilayah Palaran, Samarinda Ilir, Samarinda Kota, Sambutan, dan Sungai Pinang. Selain itu, Kecamatan Long Iram dan Tering di Kutai Barat, wilayah Loa Janan di Kutai Kartanegara, serta Kecamatan Laham, Long Apari, dan Long Pahangai di Mahakam Ulu juga berpotensi mengalami cuaca ekstrem.
Sementara itu pada 6 Desember 2025, wilayah terdampak semakin meluas. Kabupaten Berau berpotensi mengalami hujan lebat di kawasan Biduk-Biduk, Gunung Tabur, Kelay, Pulau Derawan, Sambaliung, Talisayan, hingga Tanjung Redeb. Kota Balikpapan juga diperkirakan terdampak di wilayah Balikpapan Selatan, Tengah, dan Timur.
Kotа Bontang pun tidak luput dari peringatan, khususnya Kecamatan Bontang Barat, Selatan, dan Utara. Kecamatan Bongan, Linggang Bigung, Long Iram, Penyinggahan, Siluq Ngurai, dan Tering di Kutai Barat juga tercatat dalam daftar. Kutai Kartanegara berpotensi terdampak di Kembang Janggut, Kenohan, Marang Kayu, Muara Wis, dan Tabang.
Wilayah Kutai Timur turut diperingatkan, terutama Batu Ampar, Bengalon, Busang, Kaliorang, Karangan, Kaubun, Kombeng, Long Mesangat, Muara Ancalong, Muara Bengkal, Rantau Pulung, Sandaran, dan Telen. Di Mahakam Ulu, Kecamatan Long Hubung juga diperkirakan mengalami cuaca ekstrem.
Untuk 7 Desember 2025, BMKG melaporkan tidak ada wilayah di Kalimantan Timur yang masuk dalam kategori berpotensi mengalami hujan lebat.
BMKG mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem dan memantau pembaruan informasi melalui situs resmi BMKG, aplikasi InfoBMKG, maupun kanal media sosial BMKG Kalimantan Timur. Masyarakat juga dapat mengakses layanan prakiraan cuaca hingga level kelurahan melalui laman resmi BMKG serta layanan WhatsApp Prakirawan Cuaca.
Penulis: Nur Fadillah Indah/mediaetam.com








