Mediaetam.com, Kukar – Proses pembangunan gedung Institut Seni Budaya Indonesia (ISBI) Kalimantan Timur (Kaltim) tak kunjung berjalan. Maka dari itu, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutai Kartanegara (Kukar) akan jalin komunikasi intens dengan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) dari daerah pemilihan (Dapil) Kaltim.
Sebelumnya, aset berupa tanah bersertifikat seluas 30 hektare dari Pemkab kepada Kementerian Pendidikan Kebudayaan, Riset dan Teknologi pada 2022 lalu.
“Kita sudah bebaskan lahan, dan saat ini belum berprogres, ini cukup mengganggu harapannya bisa lebih dipercepat, ketika IKN sudah ada, lembaga pendidikan juga harus sudah jalan,” ucap Asisten II Setkab Kukar, Wiyono. Kamis, (6/4/2023).
Wiyono mengatakan dengan adanya ISBI bisa mensupport hal lain pentingnya selain konektivitas yaitu Sumber Daya Manusia (SDM) dengan kualifikasi yang bagus.
“Kehadiran ISBI sangat penting, karena anak-anak kita bisa mengikuti pendidikan disana untuk meningkatkan kapasitasnya, sehingga memiliki daya saing yang bagus,” tuturnya.
Dirinya berharap ke depan, sudah terjalin komunikasi yang lebih intens, harapannya bisa memperjuangkan bersama-sama untuk kepentingan daerah.
Sementara itu, Anggota DPRD Kaltim, Salehuddin menyampaikan dari DPRD provinsi, sudah melakukan proses Rapat Dengar Pendapat (RDP) beberapa kali, bahkan proses sudah sampai ke tahap Kementerian.
“Juga ada beberapa kesempatan berkomunikasi dengan pihak ISBI Yogyakarta, jadi tinggal support dari pihak Provinsi saja. Saya juga baru tahu ada perlambatan ternyata,” ujarnya.
Lanjutnya, target awal berjalannya ISBI pada 2022 akhir atau awal 2023, yang seharusnya proses pelaksanaan dan rekrutmen penerimaan mahasiswa baru sudah berjalan. Serta penambahan jurusan baru, pembenahan pembangunan karena lahannya sudah clear.
“Seharusnya beberapa tahapan itu sudah berjalan. Nanti kami akan komunikasikan dengan pihak provinsi, dan kementerian. Karena pihak Pemkab sudah menyiapkan,” kata Salehuddin. (Indah Hardiyanti)








