Saat Ratusan Pemuda Kukar Berkumpul, Belajar Saling Memahami

FOTO : Suasana silaturahmi kebangsaan pemuda lintas suku yang digelar Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kukar. (Riadi Ganteng/Media Etam)
FOTO : Suasana silaturahmi kebangsaan pemuda lintas suku yang digelar Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kukar. (Riadi Ganteng/Media Etam)

TENGGARONG – Ratusan pemuda Kukar berkumpul. Mereka akan hidup bersama-sama selama tiga hari. Para pemuda ini berasal dari beragam latar belakang. 

 

Mereka semua ini berkumpul karena Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kukar menggelar silaturahmi kebangsaan pemuda lintas suku.

 

“Kukar ini bisa disebut sebagai salah satu wilayah di Kaltim yang menjadi miniatur dari Indonesia, oleh sebab itu untuk menanamkan toleransi dan menjaga kestabilan antar suku, agama dan budaya kami rutin menggelar acara lintas suku maupun agama,” jelas Kepala Kesbangpol Kukar Rinda Desianti, Senin malam (18/12).

 

“Salah satunya melalui agenda Silaturahmi Kebangsaan Pemuda Lintas Suku, dimana kami khusus menyasar generasi Z (Gen Z, Red),” Sambungnya.

 

Lanjut Rinda Desianti, Dari agenda tersebut peserta akan mengikuti bootcamp selama 3 hari, dengan diisi materi kebangsaan khususnya tentang nilai-nilai pancasila dan untuk jumlah peserta sekitar 110 orang yang merupakan kader dari Organisasi Masyarakat (Ormas) lintas suku yang berada di wilayah pemerintahan Kukar.

 

“Hari ini untuk materi nilai-nilai Pancasila, sudah tidak lagi diajarkan secara sistematis dan masif, oleh sebab itu melalui agenda ini kami ingin memberikan pelatihan khusus kepada generasi kita untuk memahami nilai-nilai pancasila sehingga mereka bisa memiliki rasa cinta tanah air dan bela negara,” ungkapnya.

 

Sementara itu Asisten I Bidang pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat pemerintah Kabupaten Kukar Akhmad Taufik Hidayat yang hadir, berharap para peserta yang mengikuti silaturahmi kebangsaan pemuda lintas suku bisa menjadi agen di masyarakat nantinya untuk ikut mensosialisasikan toleransi, khususnya lintas suku.

 

“Kami sangat mengapresiasi kegiatan ini, karena memang agenda seperti ini memang harus terus digencarkan agar para generasi muda kita bisa lebih terbuka lagi wawasan tentang kenegaraan sehingga sikap toleransi antar suku bukan hanya sebatas kata saja. Namun terpatri di generasi muda kita,” tutupnya. (rm6/mediaetam.com)

Bagikan:

Pos terkait