Saling Klaim Lahan, DPRD Kukar Kawal Sengketa Antara Warga dan PDAM

 

Mediaetam.com, Kukar – Permasalahan tumpang tindih lahan masih saja didapati di Kutai Kartanegara (Kukar). Kali ini melibatkan antara masyarakat dengan perusahaan daerah milik Kukar, PDAM Tirta Mahakam. Masyarakat mengklaim lahan miliknya dipergunakan untuk fasilitas PDAM, tapi masih menjadi haknya.

 

Ini terjadi di Desa Bunga Jadi, Kecamatan Muara Kaman, Kukar. Fasilitas pelayanan PDAM yang dibangun sejak 2009 lalu ini disoal. Bahkan diancam ditutup, tentu ini mengganggu pelayanan air bersih kepada masyarakat yang berada di SP1 hingga SP5 Muara Kaman.

Wakil Ketua DPRD Kukar Alif Turiadi (tengah) saat memimpin RDP antara masyarakat dan PDAM Tirta Mahakam.

“Ada klaim dari warga, ini dicarikan solusinya,” jelas Alif Turiadi, wakil ketua DPRD Kukar.

 

Tidak hanya meminta bantuan perangkat desa dalam penyelesaian masalah ini, tetapi akan meminta bantuan dari Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kukar. Ke lokasi kejadian pun sudah coba dijadwalkan bersama BPN Kukar. Berdasarkan kesiapan BPN Kukar, pada pertengahan Juni 2021 nanti.

 

Alif meminta semua pihak untuk legowo, berdasarkan hasil yang diputuskan nantinya. Terkait keabsahan kepemilikan lahan yang saling diklaim tersebut. Baik itu PDAM Tirta Mahakam atau masyarakat yang mengklaim. Dari hasil nantinya, semua pihak setuju menerima hasilnya nanti.

 

Dirut PDAM Tirta Mahakam, Suparno pun angkat bicara. Sempat ada ketegangan antara dua belah pihak hingga perlu meminta bantuan aparat keamanan pada seminggu jelang Idul Fitri lalu. Namun kondisi mencair dan sepakat membawa ke DPRD Kukar dalam hal memfasilitasi penyelesaiannya.

 

Suparno pun menceritakan, pembangunan fasilitas PDAM Tirta Mahakam tersebut dibangun melalui APBD Kukar dan APBN. Namun dengan syarat harus memiliki ketersediaan lahan untuk membangun fasilitas tersebut.

 

“Mau tidak mau PDAM membebaskan lahan itu pada tahun 2009 lalu,” tutup Suparno.

Share:

About The Author