TENGGARONG – Puteri Indonesia Pendidikan 2025, Rinanda Aprillya Maharani, mengajak generasi muda untuk lebih mengenal, mempromosikan, dan melestarikan kain tenun khas Kalimantan Timur, ulap doyo. Ajakan tersebut ia sampaikan saat berkunjung ke Pokant Takaq, sentra tenun di Tenggarong, yang dikelola oleh Imam Rojiki.
“Ulap doyo ini warisan budaya tak benda yang sangat dicari masyarakat. Tenun ini unik dan berbeda dengan yang lain, baik hasil maupun proses pembuatannya. Karena bahan ulap doyo bergantung pada alam, kita harus hidup selaras dengan alam,” ujar Rinanda, Selasa (12/8/2025).
Rinanda yang berasal dari Sangatta itu berharap anak muda tidak hanya mengenal budaya, tetapi juga ikut mempromosikannya. “Salah satunya adalah tenun ulap doyo ini,” tambahnya.
Dalam kunjungan tersebut, Rinanda bersama tim juga belajar proses pembuatan benang, teknik mengikat, menenun, hingga menyulam.
Imam Rojiki selaku owner Pokant Takaq mengapresiasi kunjungan ini dan berharap Miss Indonesia dapat menyampaikan pentingnya pelestarian tanaman doyo kepada berbagai pihak.
“Selama ini, tanaman doyo kalah dari komoditas sawit dan pertambangan. Kami berharap pemerintah menyediakan lahan khusus untuk tanaman doyo, dan sekolah-sekolah mengadakan kunjungan belajar agar anak-anak mengenal budaya ini sejak dini,” tutupnya.
Nur Fadillah Indah/mediaetam.com








