Seorang Guru Ditemukan Meninggal Dunia di Muara Kaman, Diduga Kelelahan akibat Dorong Motornya yang Rusa

Ilustrasi penemuan mayat. (Freepik)

MUARA KAMAN – Aroma tak sedap yang tercium warga di Jalan Poros HTI Bukit Horina, Desa Menamang Kanan, Sabtu (24/1/2026) lalu, menjadi awal ditemukannya jasad seorang pria berinisial P (52). Pria yang berprofesi sebagai guru tersebut ditemukan tak bernyawa di kawasan hutan setelah diduga kelelahan saat mencari bantuan akibat sepeda motornya rusak.

Kapolsek Muara Kaman, IPTU Gede Wijaya, mengungkapkan bahwa saat ditemukan, kondisi sepeda motor korban berada tak jauh dari lokasi dengan rantai yang sudah terputus. Hal ini memperkuat dugaan bahwa korban berusaha berjalan kaki untuk mencari pertolongan, namun fisiknya tak mampu bertahan.

Bacaan Lainnya

“Dugaan sementara, korban meninggal karena kelelahan setelah berjalan kaki akibat rantai motornya putus. Kondisi fisiknya sedang tidak stabil karena ia baru saja menjalani operasi prostat,” jelas IPTU Gede Wijaya, Senin (26/1/2026).

Pihak kepolisian yang melakukan olah TKP tidak menemukan adanya tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. Barang-barang milik P juga masih berada di lokasi, sehingga indikasi tindak pidana sejauh ini belum ditemukan.

Keluarga Anggap sebagai Musibah

Keluarga korban yang tiba di lokasi pun telah menerima kejadian ini sebagai musibah. Mengingat riwayat medis korban, pihak keluarga secara resmi menolak dilakukan visum melalui surat pernyataan dan meminta jenazah segera dibawa pulang.

“Setelah dievakuasi ke Puskesmas Sebulu II untuk pembersihan, jenazah langsung kami serahkan kepada keluarga untuk dimakamkan di Kota Samarinda,” tambah Gede.

Meski begitu, Polsek Muara Kaman tetap melakukan pendalaman dengan mengumpulkan keterangan dari para saksi di sekitar lokasi guna memastikan kejadian tersebut murni kecelakaan fisik akibat kelelahan dan penyakit yang diderita korban.

Laporan: Nur Fadillah Indah/mediaetam.com

Bagikan:

Pos terkait