Sertifikasi SLHS, Dapur MBG Panjaitan Tenggarong Jadi Contoh Pengelolaan yang Aman dan Transparan

Rumah MBG berlokasi di Jalan Panjaitan, Tenggarong. (Dilla/ Media Etam)

TENGGARONG – Dapur program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang berlokasi di Jalan Panjaitan, Gang Masjid Agung 1, RT 01 No.45, Kecamatan Tenggarong, menjadi salah satu dapur andalan dalam penyediaan makanan sehat untuk pelajar di Kukar. Di bawah koordinasi Ketua Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), Idam, dapur ini melayani enam sekolah, terdiri dari dua SMP dan empat SD.

“Untuk SMP ada SMPN 1 dan SMPN 2, sedangkan SD-nya meliputi SDN 018, SDN 011, SDN 01, dan SDN 03 Tenggarong,” ungkapnya saat ditemui mediaetam.com.

Bacaan Lainnya

Meski dapur ini bersifat mandiri dan tidak langsung di bawah pemerintah, Idam menegaskan bahwa pihaknya tetap rutin berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan Kukar.

“Kami aktif berkoordinasi untuk memastikan keamanan pangan. Dinas juga rutin berkunjung memantau kelayakan makanan dan air yang digunakan,” jelasnya.

Setiap menu disusun bersama tim ahli gizi, koki, dan bagian akuntansi. Siklus menu berjalan selama lima hari dengan perhitungan gizi yang berbeda antara jenjang SD dan SMP.

“Kami juga memastikan anak-anak mendapat asupan buah dan sayur agar gizinya seimbang,” tambahnya.

Dapur MBG Panjaitan kini tengah mengurus sertifikasi halal, setelah sebelumnya sudah lebih dulu mengantongi sertifikat SLHS standar laik higienis sanitasi.

“Dari 34 dapur bersertifikat di Indonesia, salah satunya ada di sini,” kata Idam bangga.

Bahan baku sebagian besar diperoleh langsung dari petani lokal dan supplier tetap, bukan dari pasar. Semua transaksi pun dilakukan tanpa tunai, menggunakan sistem virtual account untuk memastikan transparansi.

Antusiasme siswa siswi cukup tinggi sejak program ini kembali berjalan pada Agustus.

“Banyak orang tua yang senang karena anak-anaknya bisa makan bergizi di sekolah, dan uang saku bisa dialihkan untuk keperluan lain,” pungkasnya.

Distribusi Lancar, walau Kadang Tak Sesuai Selera

Selain itu, Kepala Sekolah SMPN 1 Tenggarong, Imam Huzaeni turut menyampaikan bahwa MBG yang didistribusikan ke siswanya.

” Sebanyak 946 siswa kami mendapatkan MBG, biasanya datang itu sekitar jam 10-an pagi menjelang mendekati istirahat anak anak dan mereka sangat menikmati. Ya walaupun kendala biasanya ada yang sesuai selera ada yang tidak sesuai selera tapi itu tidak jadi masalah,” paparnya.

Terkait maraknya kasus MBG Basi di berbagai wilayah di Indonesia, dirinya menyampaikan tidak ada temuan di sekolah mereka.

“Sampai saat ini tidak ada, baik itu basi maupun berbau,” tutupnya.

Penulis: Nur Fadillah Indah/ mediaetam.com

Bagikan:

Pos terkait