MARANGKAYU – Menjadi satu-satunya akses penghubung bagi warga di Dusun Kampung Kutai menuju Kampung Nelayan, kondisi jembatan kayu di Kecamatan Marangkayu kini sangat memprihatinkan. Jembatan sepanjang kurang lebih 40 – 50 meter tersebut kini penuh lubang dan rapuh dimakan usia, hingga membahayakan keselamatan warga yang melintas.
Camat Marangkayu, AR Ambo Dalle, mengungkapkan bahwa perbaikan jembatan ini sebenarnya sudah menjadi usulan lama, bahkan sejak masa kepemimpinan camat sebelumnya. Namun, hingga kini perbaikan permanen belum terealisasi lantaran terkendala anggaran.
“Ini program sudah lama kita usulkan. Sejak zaman Pak Rekson (camat terdahulu) juga sudah diusulkan, tapi mungkin karena belum ada anggaran makanya belum lanjut. Masalahnya, tidak ada jalan alternatif lain karena wilayahnya dikelilingi Sungai Marangkayu, tidak ada daratan,” ungkap Ambo Dalle, Senin (26/1/2026).
Dana RT Dipakai untuk Perbaikan Ringan
Saat ini, kondisi jembatan tersebut sudah tidak bisa lagi dilalui mobil. Warga yang menggunakan sepeda motor pun harus ekstra waspada karena kayu jembatan banyak yang bolong dan lapuk.
Untuk penanganan sementara, pihak kecamatan mengandalkan inisiatif pemerintah desa dan swadaya warga menggunakan dana RT untuk menambal bagian-bagian yang bolong.
“Penanganan sementara pakai dana desa atau dana RT dulu untuk beli kayu perbaikan. Saya sudah minta Pak Kades segera bersurat secara resmi. Begitu suratnya ada, langsung saya bawa ke Dinas Pekerjaan Umum (PU) untuk kita follow up supaya cepat ditangani secara teknis,” jelasnya.
Ambo Dalle menambahkan, pihaknya berencana membawa surat usulan tersebut bersamaan dengan usulan perbaikan lintasan kereta yang sebelumnya sempat memakan korban jiwa.
Hal ini dilakukan agar pihak Dinas PU Kukar bisa melihat urgensi perbaikan infrastruktur di wilayah tersebut secara menyeluruh.
Mengingat kondisi jembatan yang kian rawan, camat Marangkayu mengimbau warga, khususnya yang bermukim di tiga RT di kawasan Kampung Kutai, untuk sangat berhati-hati, terutama saat melintas di malam hari.
“Saya imbau warga berhati-hati, kayu-kayunya sudah bolong semua. Saya sendiri sering lewat situ dan kasihan melihat kondisinya. Kalau tidak penting sekali, sebaiknya jangan lewat dulu sementara ini atau setidaknya sangat waspada. Kami akan berusaha maksimal agar surat rekomendasi ini cepat sampai ke dinas teknis,” pungkasnya.
Laporan: Nur Fadillah Indah/Mediaetam.com








