MARANGKAYU – Upaya pencarian terhadap MRA (33), buruh sawit yang hilang di Sungai Santan Ulu, berakhir duka pada Selasa (20/1/2026) pagi. Tim gabungan menemukan jasad pria tersebut dalam kondisi meninggal dunia setelah terseret arus sejauh 9 kilometer dari lokasi awal kejadian.
Jasad korban ditemukan sekitar pukul 08.50 Wita di arah hilir sungai. Penemuan ini mengakhiri operasi pencarian yang telah berlangsung selama tiga hari sejak Minggu (18/1/26) siang.
Koordinator Lapangan (Korlab) BPBD Kukar, Eko Suryawinata, mengonfirmasi bahwa posisi penemuan korban memang cukup jauh dari titik awal jatuh.
“Korban sudah ditemukan pagi ini. Lokasinya berjarak sekitar 9 kilometer dari titik awal jatuh ke arah hilir,” kata Eko.
Sebelumnya, pencarian intensif telah dilakukan sejak Minggu malam dengan menyisir aliran sungai yang membelah hutan sawit. Pada hari kedua, radius pencarian sempat diperluas hingga 4 kilometer menggunakan tugboat dan bantuan warga yang menyelam secara manual, hingga akhirnya korban ditemukan lebih jauh di hari ketiga.
Peristiwa ini bermula saat MRA terjatuh dari seling gantung ketika sedang memindahkan hasil panen sawit. Diduga karena tidak bisa berenang, ia langsung terseret arus sungai yang deras dan hilang dari pandangan rekannya.
Kejadian ini menyisakan kesedihan mendalam bagi keluarga, terutama karena korban meninggalkan seorang istri dan anak yang masih berusia tiga bulan. Saat ini jenazah telah dievakuasi untuk dipulangkan ke rumah duka di Desa Santan Ulu.
Laporan: Nur Fadillah Indah/mediaetam.com








