Mediaetam.com, Kukar – Pemkab Kukar telah menyiapkan operasi pasar murah. Hal ini sebagai langkah untuk mengatasi risiko inflasi di akhir tahun ini.
Kepala Bagian Perekonomian Kukar Haryo Martani mengatakan, upaya ini sesuai dengan rencana Mendagri RI. Dalam waktu dekat, pihaknya pun akan melakukan pasar murah. Namun, selain memastikan operasi pasar murah, pihaknya juga melakukan pemantauan.
“Pemantauan harga dilakukan setiap hari,” tegasnya.
Sejauh ini, dari hasil pemantauannya, khusus di Kukar yang telah mengalami kenaikan yaitu beras, minyak goreng dan transportasi. Meski begitu, kenaikan ini juga terjadi di banyak wilayah di Indonesia. Dampak el nino juga telah disebut Presiden Joko Widodo, mengakibatkan petani kesusahan menanam.
Namun, sejauh ini Kukar berhasil menekan angka inflasinya. Capaian ini pun mendapat apresiasi dari Kementerian Keuangan pada awal Oktober ini. Kementerian dengan pemimpin Sri Mulyani itu memberi insentif Rp 9,8 miliar untuk Kukar.
Sebelumnya, Asisten I Akhmad Taufik Hidayat mengatakan, menekan inflasi adalah bagian dari kewajiban pemerintah daerah. Dari upayanya menekan inflasi ini, Kukar mendapatkan kompensasi berupa transferan dana insentif fiskal dari Pemerintah Pusat.
Akhmad Taufik pun menegaskan, Pemerintah daerah akan memanfaatkan dana sebesar Rp 9.864.642.000 yang mereka dapatkan ini, sebaik mungkin.
“Seperti contohnya bantuan dalam bentuk operasi pasar untuk meredam harga bahan kebutuhan pokok yang ada di wilayah Kabupaten, kecamatan dan desa di Kukar. Sehingga harga tetap stabil dan aman pada masyarakat,” ujarnya. (Advertorial)








