TENGGARONG – Arus lalu lintas di atas Jembatan Kartanegara sempat mengalami kemacetan panjang pada Rabu (22/4/2026) siang. Hal ini dipicu oleh tumpahan solar yang tercecer di sepanjang badan jalan jembatan, sehingga menciptakan kondisi jalan yang sangat licin dan berbahaya bagi pengendara.
Kondisi darurat ini pertama kali diketahui setelah video tumpahan minyak tersebut viral di berbagai grup WhatsApp masyarakat dan relawan, yang kemudian segera direspons oleh petugas gabungan dari BPBD, Damkar Matan, Polantas, dan Dinas Perhubungan (Dishub) Kukar.
Koordinator Lapangan (Korlab) BPBD Kukar, Eko Suryawinata, mengonfirmasi bahwa pihaknya menerima laporan dan langsung meluncur ke lokasi sekitar pukul 10.30 WITA. Setibanya di sana, genangan solar yang sempat dikira minyak sawit tersebut sudah menutupi sebagian badan jalan utama.
“Kami menerima laporan dari grup relawan bahwa terjadi tumpahan solar di jembatan. Kami segera ke lokasi sekitar jam 10.30. Tumpahan yang tergenang tersebut menyebabkan arus lalu lintas di atas jembatan sempat macet,” ujar Eko, Rabu (22/4/2026).
Sempat Ditutup untuk Pembersihan
Demi mengantisipasi terjadinya kecelakaan lalu lintas (lakalantas) bagi kendaraan roda dua maupun roda empat, petugas segera melakukan pengamanan jalur dan sterilisasi area.
Untuk menghilangkan lapisan minyak yang membandel di aspal, BPBD Kukar mengerahkan unit tangki penyuplai air yang telah dicampur dengan cairan busa (foam).
“Kami menggunakan tangki supply water BPBD Kukar yang berisikan air foam atau busa. Cairan ini kami semprotkan ke seluruh bagian jalan yang terkena tumpahan agar aspal kembali kesat dan aman dilalui,” jelasnya.
Hingga proses pembersihan selesai, pihak berwenang belum mengantongi identitas kendaraan yang bertanggung jawab atas tumpahan solar tersebut. Dugaan sementara, solar tersebut tercecer dari mobil pick up yang mengangkut Tanki solar namun Tanki terjatuh kejalan saat melintasi jembatan.
“Kami tidak mengetahui siapa yang menumpahkan solar, yang sekilas memang terlihat itu solar,” tambah Eko.
Setelah bekerja keras selama kurang lebih tiga jam, petugas gabungan akhirnya berhasil menetralisir kondisi jalan. Sekitar pukul 13.30 WITA, Jembatan Kartanegara dinyatakan aman dan arus lalu lintas kembali dibuka secara normal.
Laporan: Nur Fadillah Indah/mediaetan.com








