TENGGARONG – Upaya Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kutai Kartanegara (Kukar) untuk menambal kerusakan jalan di pusat Kota Raja sebelum Lebaran harus tertunda. Hingga H-2 Idulfitri, tercatat baru dua titik ruas jalan yang berhasil dirampungkan pengerjaannya, sementara sisa titik lainnya dipastikan baru akan ditangani setelah libur hari raya.
Kondisi ini disebabkan oleh kombinasi antara terbatasnya waktu pengerjaan, perilaku pengendara yang merusak rambu proyek, hingga tutupnya operasional pabrik beton.
Kabid Bina Marga Dinas PU Kukar, Linda Juniarti, mengungkapkan kekecewaannya karena pengerjaan di titik vital seperti depan Jembatan Repo-Repo terganggu oleh ulah oknum warga.
“Baru dua titik itu saja yang sempat dikerjakan. Di depan Repo-Repo itu baru satu hari plang sudah hilang. Seharusnya umur beton kami itu 21 hari, tapi dibuka. Kami tidak bisa berbuat apa-apa,” ujar Linda, Rabu (18/3/2026).
Melihat tingginya risiko kerusakan jika beton dipaksa dilintasi sebelum waktunya, Dinas PU memutuskan untuk menghentikan sementara rencana pengerjaan di titik lain, termasuk di depan Jembatan Mangkuraja dan depan Bapenda.
“Penyedia beton sudah libur sejak Senin kemarin, jadi produksi terhenti. Daripada kami bongkar sekarang lalu rusak lagi dilindas kendaraan saat trafik mudik padat, lebih baik kami off dulu. Nanti besok heboh diberitakan mutu tidak sesuai, padahal memang belum waktunya dibuka,” tegasnya.
Jangan Ngebut di Jalan Rusak
Pemkab Kukar telah menyiapkan anggaran pemeliharaan rutin sekitar Rp400 juta untuk beberapa ruas jalan protokol seperti Jalan Ahmad Muksin dan Jalan AP Mangkunegara.
“Targetnya ada beberapa titik lagi, termasuk yang di depan Bapenda itu cukup panjang. Tapi karena kendala administrasi dan pengalihan prioritas ke jalur Beloro untuk persiapan MTQ, pengerjaan di dalam kota baru bisa maksimal setelah Lebaran,” imbuh Linda.
Dinas PU mengimbau masyarakat pengguna jalan untuk ekstra hati-hati saat melintasi jalur-jalur yang belum sempat tertangani sepenuhnya di wilayah Tenggarong.
“Kami mohon masyarakat bersabar dan lebih berhati-hati. Sebagian jalan memang belum sempat kami tangani karena skala prioritas dan kendala teknis di lapangan,” pungkasnya.
Laporan: Nur Fadillah Indah/mediaetam.com








