Mediaetam.com, Kukar – Memanfaatkan tumbuhan purun sebagai bahan anyaman, Pemerintah Desa (Pemdes) Sabintulung akan berupaya dengan BUMDes mendorong potensi anyaman dari purun.
Kepala Desa Sabintulung, Arta mengatakan bahwa masyarakat setempat mengolah anyaman purun menjadi berbagai produk seperti tikar, tas, dan kopiah. Purun sendiri merupakan tumbuhan yang tumbuh secara alami di atas rawa gambut di Desa Sabintulung, Kecamatan Muara Kaman, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar).
“Mayoritas ibu-ibu di desa Sabintulung itu pengrajin purun dan dijadikan produk seperti tikar, tas dan kopiah, lalu dijual dilingkungan setempat dan ke desa tetangga,” ungkap Kepala Desa Sabintulung, Arta. Jumat, (23/6/2023).
Bahkan, kata Arta pengrajin purun sudah ada sejak desa Sabintulung ini berdiri. Sebelumnya juga pernah diadakan pelatihan dalam mengolah anyaman purun dan sudah banyak produksi tikar yang dibuat oleh masyarakat.
“Kami pernah dibantu salah satu perusahaan di sini untuk memberikan pelatihan dan fasilitas atau alat untuk mengolah purun,” ucapnya.
Menurutnya, potensi purun di desa Sabintulung harus dikembangkan dan ditingkatkan. Dengan Melalui BUMDes pemasaran dari produk-produknya bisa diperluas lagi hingga masuk ke kota-kota terdekat yaitu Tenggarong, Samarinda, dan Balikpapan.
“Kami terus berupaya mencari fasilitas tambahan bekerja sama dengan perusahaan dan menggelontorkan anggaran desa dan dibantu dikelola oleh ibu-ibu PKK,” tuturnya. (Indah Hardiyanti)








