Muara Badak – Perairan Muara Badak memiliki potensi besar rumput laut. Perhatian Pemkab Kukar pun tertuju pada potensi ini. Upaya ini pun, mendapat sambutan positif dari Camat Muara Badak Arpan.
Bukan tanpa alasan sambutan ini. Arpan mengatakan, Kecamatan Muara Badak, adalah salah satu daerah yang menjadi penghasil rumput laut. Dengan budidaya gracilaria dilakukan di tambak serta air payau.
Petani rumput laut di kecamatan Muara Badak sudah ada yang berproduksi. Terhitung ada tiga desa yang memproduksi. Desa itu antara lain Desa Muara Badak Ulu, Desa Salo Palai, dan Desa Saliki
Sebenarnya, luas daerah yang ideal untuk dijadikan sentra produksi rumput laut di Kecamatan Muara Badak ada sekitar 4.000 hektar. Namun, saat ini jumlah produksi baru ada sekitar 1.200 hektar yg tersebar di ke-3 desa tersebut.
Namun, produksi rumput laut di Muara Badak saat ini mencapai sekitar 400 ton perbulan. Jika lahan 4 ribu hektar itu dimaksimalkan untuk budidaya, maka kecamatan Muara Badak bisa memproduksi rumput laut kering di atas 1.000 ton perbulan.
“Pihak Kecamatan Muara Badak sangat mendukung kegiatan peluncuran Proyek Perubahan Pembangunan Sentra Industri Kecil dan Menengah Rumput Laut “MANTRA TRICILNENGAH LARUT” di Kecamatan Muara Badak ini. Semoga kesejahteraan para petani rumput laut lebih meningkat dan pembangunan pabrik pengolahannya segera terlaksana,” harap Arpan. (Advertorial)
Baca Juga: Bangun Sentra IKM, Kembangkan Rumput Laut di Muara Badak








