Mengenal Farras Raihanna Fauziyya: Perempuan Gen Z yang Jadi Dirut RPK Kukar yang Baru

Direktur Utama (Dirut) RPK Periode 2026-203, Farras Raihanna Fauziyya. (Doc. Farras Raihanna Fauziyya)

TENGGARONG – Wajah baru penuh energi kini siap menakhodai Radio Pemerintah Kabupaten (RPK) Kutai Kartanegara (Kukar). Dia adalah Farras Raihanna Fauziyya, sosok perwakilan Generasi Z yang secara resmi terpilih menjadi Direktur Utama (Dirut) RPK untuk periode 2026-2030.

Terpilihnya Farras membawa angin segar bagi dunia penyiaran publik lokal (LPPL). Perempuan kelahiran 6 September 1997 ini menyisihkan berbagai kandidat melalui seleksi ketat yang meliputi psikotes, presentasi milestone, hingga pendalaman regulasi penyiaran.

Latar belakang Farras bukanlah sembarang. Alumnus Ilmu Komunikasi Universitas Islam Indonesia (UII) ini mengasah ketajamannya di industri kecantikan lokal yang mendunia, Avoskin, sejak 2019. Di sana, ia memegang posisi supervisor divisi influencer dan media yang menjangkau pasar internasional seperti Malaysia, Vietnam, hingga Singapura.

“Di Avoskin saya belajar banyak soal positioning brand dan branding marketing. Namun, kecintaan pada kampung halaman membuat saya juga mengambil peran sebagai project manager secara outsource untuk berbagai proyek kreatif di Tenggarong,” kenang Farras saat berbincang, Jumat (24/4/2026).

Setelah sempat memutuskan fokus pada lembaran baru pernikahan, Farras kembali ke dunia profesional sebagai Marketing Communications di Setia Investama Group sebelum akhirnya mantap mendaftarkan diri menjadi nakhoda RPK.

Berhasrat Bawa RPK Mandiri Finansial

Di bawah kepemimpinannya, Farras membawa misi besar yang cukup berani: Kemandirian Finansial. Ia ingin RPK tidak lagi sekadar bergantung pada dana hibah pemerintah, melainkan mampu menghidupi diri melalui skema Business to Business (B2B).

“Saya ingin RPK nantinya mandiri secara pendanaan melalui kerja sama dengan pihak swasta maupun pemerintah. Kita optimalkan sumber daya yang ada untuk menciptakan dampak nyata bagi masyarakat,” tegasnya.

Farras memimpikan RPK menjadi pusat kreativitas (Creative Hub) bagi pemuda-pemudi di Kukar. Ia berencana membuka ruang kolaborasi seluas-luasnya bagi komunitas, pelaku UMKM, hingga sekolah-sekolah untuk tumbuh bersama.

“RPK jangan hanya jadi tempat penyiaran saja, tapi harus jadi pusat kreatif di Kukar. Kita gaet UMKM untuk promosi agar produk lokal punya daya saing luas,” tambah Farras.

Kesuksesan Farras tidak lepas dari bimbingan mentornya, Anugrah Pakerti (CEO Avoskin), yang mengajarkannya keberanian dalam mengambil keputusan. Kini, sebagai pemimpin perempuan muda di lembaga publik, ia memiliki pesan kuat untuk pemuda di Kukar.

“Jangan ragu untuk mengambil peran. Tidak masalah menuntut ilmu di luar daerah. Perkaya pengalaman dan relasi di sana, lalu kembali untuk memberi kontribusi nyata dalam membangun daerah kita sendiri,” tutupnya.

Laporan: Nur Fadillah Indah/mediaetam.com

Bagikan:

Pos terkait