Rakor Revitalisasi ISBI Kaltim, Asisten I Pemkab Kukar Terlibat Aktif

Rakor Revitalisasi ISBI Kaltim
Rakor Revitalisasi ISBI Kaltim

Pada hari Jumat, 6 Desember 2024, sebuah rapat koordinasi penting digelar di Majesty Hotel Aston, Samarinda, yang membahas revitalisasi Institut Seni Budaya Indonesia (ISBI) Kalimantan Timur. Rakor revitalisasi ISBI ini melibatkan berbagai pihak terkait, termasuk Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesra Sekretariat Kabupaten Kutai Kartanegara, Akhmad Taufik Hidayat, dan Surya Agus, Sekretaris Dinas Pertanahan dan Tata Ruang Kabupaten Kukar. Rapat ini bertujuan untuk membahas langkah-langkah konkret yang akan mendukung pengembangan ISBI Kalimantan Timur, serta untuk mempererat kerjasama dengan ISI Yogyakarta.

Menurut Rektor ISI Yogyakarta, Dr. Irwandi, rakor revitalisasi ISBI ini merupakan bagian dari tindak lanjut dari kerjasama yang telah dimulai sejak tahun 2012 antara Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi dengan Pemprov Kaltim. Kerjasama ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas pendidikan seni dan budaya di Kalimantan Timur. Dalam rapat ini, para peserta membahas berbagai hal terkait pengembangan program studi, pengajaran, dan peluang kemajuan untuk ISBI Kalimantan Timur ke depan.

Salah satu hal yang menjadi sorotan dalam rapat ini adalah komitmen yang kuat dari semua pihak untuk mendirikan kampus ISBI Kaltim yang dapat menjadi pusat pendidikan seni di Kalimantan. Prof. Bohari Yusuf, Ketua Tim Fasilitasi Pendirian ISBI Kaltim, mengungkapkan keyakinannya bahwa ISBI Kaltim akan menjadi pionir dalam pengembangan seni budaya di Kalimantan.

“ISBI Kaltim menjadi kebanggaan kami, karena di Pulau Kalimantan hanya ada di Kaltim. Kami berharap, dengan pendirian kampus ini, seni dan budaya Kalimantan akan semakin dikenal dan berkembang di tingkat nasional,” ujar Prof. Bohari.

ISBI Kalimantan Timur sudah mulai menunjukkan hasil yang positif, dengan menghasilkan lulusan yang berkiprah di berbagai sektor, termasuk dunia akademik dan industri kreatif. Lulusan ISBI Kaltim telah memberikan kontribusi nyata dalam dunia pendidikan, bahkan beberapa di antaranya sudah mendirikan kanal media untuk memperkenalkan seni dan budaya Kalimantan. Ini menunjukkan bahwa ISBI Kaltim telah menjadi bagian penting dalam mencetak tenaga ahli di bidang seni dan budaya.

Salah satu langkah penting yang dibahas dalam rakor revitalisasi ISBI adalah pembangunan kampus baru yang akan berdiri di lahan seluas 40 hektare di Desa Teluk Dalam, Kecamatan Tenggarong Seberang. Pemkab Kutai Kartanegara telah menyediakan lahan ini sebagai bagian dari upaya untuk mendukung keberlanjutan ISBI Kaltim. Diharapkan, dengan pendirian kampus baru ini pada tahun 2025, ISBI Kaltim dapat semakin berkembang dan menjadi institusi yang mandiri.

Akhmad Taufik Hidayat, mewakili Pemkab Kukar, menyampaikan apresiasi dan dukungannya terhadap rencana pembangunan kampus ISBI Kaltim. Menurutnya, Pemkab Kukar siap memberikan bantuan dan bekerja sama dalam menyelesaikan segala administrasi yang diperlukan.

“Kami mendukung penuh rencana pembangunan kampus ISBI Kaltim di Tenggarong. Lahan sudah disiapkan dan proses administrasi sedang dalam tahap penyelesaian,” ujar Akhmad Taufik Hidayat.

Selain itu, sebelum pelaksanaan rakor revitalisasi ISBI, pihak ISI Yogyakarta juga melakukan monitoring proses pembelajaran di ISBI Kaltim. Hal ini dilakukan untuk memastikan bahwa pengajaran di ISBI Kalimantan Timur sesuai dengan standar akademik dan dapat mendukung pengembangan seni dan budaya di daerah ini. Pertemuan dengan para dosen dan pihak terkait lainnya juga memberikan wawasan baru untuk merancang program yang lebih baik bagi mahasiswa ISBI Kaltim.

Rakor revitalisasi ISBI ini tidak hanya berfokus pada pembangunan fisik kampus, tetapi juga tentang memperkuat program-program pendidikan yang ada, serta menjalin kolaborasi yang lebih baik antara Pemprov Kaltim, Pemkab Kukar, dan ISI Yogyakarta. Dengan berbagai upaya yang dilakukan, diharapkan ISBI Kalimantan Timur akan segera menjadi pusat unggulan pendidikan seni dan budaya, serta memberikan manfaat besar bagi pengembangan budaya di Kalimantan secara keseluruhan.

Bagikan:

Pos terkait