Tenggarong – Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kabupaten Kutai Kartanegara yang ke-25, jajaran pengurus DWP Kukar menggelar kegiatan bhakti sosial yang penuh makna di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Perempuan Kelas II A Tenggarong pada Sabtu, 7 Desember 2024. Acara ini menjadi sebuah momen istimewa untuk mempererat silaturahmi dan memberikan semangat serta dukungan kepada para warga binaan.
Kegiatan yang dipimpin oleh Ketua Panitia DWP Kukar, Hj. Yulaikah Sunggono, ini tidak hanya sebatas perayaan ulang tahun, namun juga sebagai wujud kepedulian terhadap sesama. Rombongan DWP Kukar disambut oleh Plh Kepala Lapas II A Tenggarong, Yuni Rindawati, beserta jajaran Lapas yang turut berpartisipasi dalam menyukseskan acara bhakti sosial ini.
Dalam sambutannya, Yuni Rindawati menyampaikan rasa terima kasih atas kunjungan dan perhatian yang diberikan oleh DWP Kukar. Ia juga menjelaskan tentang kondisi Lapas Perempuan yang saat ini mengalami overkapasitas, dengan jumlah penghuni mencapai 324 orang, padahal kapasitas idealnya hanya 192 orang. Meski demikian, Lapas Perempuan Tenggarong tetap berkomitmen untuk memberikan berbagai pembinaan dan keterampilan bagi para warga binaan, seperti pelatihan kecantikan, kerajinan tangan, serta kegiatan bakery yang telah menghasilkan produk-produk berkualitas.
Kegiatan bhakti sosial ini juga dilengkapi dengan seminar mengenai deteksi dini kanker mulut dan rahim yang disampaikan oleh dr. Nur Asri Basirah, serta pemeriksaan IVA test dan pap smear yang dilakukan oleh Dinas Kesehatan Kutai Kartanegara. Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk meningkatkan kesadaran akan pentingnya kesehatan bagi warga binaan, yang sering kali terabaikan dalam rutinitas keseharian di dalam lapas.
Tidak hanya berbagi pengetahuan dan kesehatan, DWP Kukar juga memberikan dukungan ekonomi dengan membeli produk-produk hasil karya warga binaan. Berbagai hasil kerajinan tangan, mulai dari tas, taplak meja, hingga aneka kue, dipajang dan dijual di pusat kegiatan lapas. Hj. Yulaikah Sunggono merasa bangga dan salut dengan hasil olahan para penghuni lapas yang kualitasnya tidak kalah dengan produk luar lapas. Ia juga mengajak ibu-ibu DWP di instansi lain untuk turut mendukung produk-produk tersebut dengan berbelanja melalui media sosial.
Kegiatan ini mengingatkan kita semua bahwa meskipun terpenjara, setiap individu masih memiliki potensi besar untuk berkembang dan memberikan kontribusi positif bagi masyarakat. Melalui kolaborasi antara DWP Kukar, instansi terkait, dan pihak Lapas, diharapkan warga binaan dapat terus diberdayakan dan tidak merasa terpinggirkan. Bhakti sosial di Lapas Perempuan II A Tenggarong ini menjadi contoh nyata bagaimana kepedulian sosial dan pemberdayaan bisa berjalan bersama dalam menciptakan perubahan yang lebih baik.








