Mengupayakan Hidup Pesut Mahakam Tak Makin Berat di Perairan Kukar

Muslik dari Dinas Perikanan Kukar.
Muslik dari Dinas Perikanan Kukar.

TENGGARONG – Populasi pesut Mahakam (Orcaella brevirostris), mamalia air tawar yang menjadi ikon sungai Mahakam, terus mengalami penurunan akibat ancaman lingkungan dan aktivitas manusia. Menyadari kondisi ini, Dinas Perikanan Kutai Kartanegara (Kukar) bersama Balai Pengelolaan Sumberdaya Pesisir dan Laut (BPSPL) serta Yayasan Konservasi RASI (Rare Aquatic Species of Indonesia) gencar melakukan berbagai upaya konservasi di perairan Mahakam, khususnya wilayah ulu.

Salah satu langkah strategis yang dilakukan adalah sosialisasi kawasan konservasi kepada masyarakat lokal, terutama para nelayan. Edukasi ini bertujuan meningkatkan pemahaman akan pentingnya melindungi habitat pesut Mahakam dan mencegah aktivitas yang merusak ekosistemnya.

Penanganan terhadap illegal fishing juga menjadi prioritas. Praktik seperti penggunaan renggih—alat tangkap yang tidak ramah lingkungan dan kerap menjerat pesut—ditekan melalui pelatihan penggunaan alat tangkap ramah lingkungan. Program ini diharapkan dapat menggantikan praktik tangkap ikan yang merusak dengan metode yang lebih berkelanjutan.

“Pemerintah juga bekerja sama dengan Yayasan Konservasi RASI untuk memantau keberadaan pesut. Saat ini, hampir semua individu pesut telah diberi tanda identifikasi untuk mempermudah pelacakan dan pengawasan. Namun, kita menghadapi tantangan besar, seperti kejadian beberapa bulan lalu ketika lima ekor pesut Mahakam ditemukan mati,” jelas Muslik dari Dinas Perikanan Kukar.

Selain itu, revitalisasi kawasan konservasi terus dilakukan untuk memastikan ketersediaan habitat yang aman bagi pesut. Langkah ini mencakup pemulihan area perairan yang menjadi tempat berkembang biak dan mencari makan pesut, yang kini terancam oleh polusi dan perubahan lingkungan.

Melalui kombinasi kebijakan, pelatihan, dan kolaborasi dengan berbagai pihak, pemerintah optimis dapat mengurangi ancaman terhadap populasi pesut Mahakam. Meningkatkan kesadaran masyarakat juga menjadi bagian penting dalam upaya ini, agar semua pihak dapat berkontribusi menjaga kelestarian ekosistem pesut Mahakam sebagai warisan alam yang berharga. (Nur Fadillah Indah/Mediaetam.com)

 

Bagikan:

Pos terkait