Dukung Digitalisasi Pendidikan, Kukar Siapkan Sekolah Rujukan Google dan Magang Guru untuk Anak Berkebutuhan Khusus di 2025

Plt. Kepala Bidang Pembinaan SMP, Emy Rosana Saleh (DILLA)
Plt. Kepala Bidang Pembinaan SMP, Emy Rosana Saleh (DILLA)

Tenggarong – Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) melalui Bidang Pembinaan SMP Dinas Pendidikan dan Kebudayaan berkomitmen meningkatkan kualitas pendidikan digital dan inklusif di tahun 2025. Hal ini disampaikan oleh Plt. Kepala Bidang Pembinaan SMP, Emy Rosana Saleh.

“Program kami yang akan kami laksanakan di tahun 2025 ada pendampingan sekolah rujukan Google kemudian training kita adakan, ada juga magang untuk guru-guru mengajar anak kebutuhan khusus,” ungkapnya.

Saat ini, Kukar telah memiliki 14 sekolah yang menjadi kandidat Sekolah Rujukan Google namun untuk mendapatkan status resmi, sekolah-sekolah ini harus melewati beberapa tahapan dan penilaian.

“Masih kandidat jadi tahapannya KSRG (Kandidat Sekolah Rujukan Google), kemudian ada penilaian lagi untuk menuju ke sekolah rujukan Google,” tambahnya.

Adapun kriteria untuk menjadi sekolah rujukan Google antara lain: sekolah harus memiliki perangkat Chromebook, menggunakan Google Tools dalam pembelajaran, guru wajib memiliki sertifikasi Google Level 1 dan Level 2, serta memiliki minimal satu guru yang menjadi Google Certified Trainer. Selain itu, integrasi teknologi dalam pembelajaran harus dilakukan secara konsisten dan berkelanjutan serta dapat memberikan dampak ke sekolah lain.

“Setelah memenuhi syarat, sekolah bisa mendaftar dan akan dinilai oleh tim Google, baik dari Indonesia maupun tim iPac Asia Pasifik,” jelas Emy.

Emy menambahkan bahwa komunitas belajar “Kukar Pintar Idaman” turut berperan aktif membimbing sekolah-sekolah agar bisa mencapai tahapan kandidat sekolah rujukan Google, meski tidak memfasilitasi secara langsung.

“Tergantung sekolah, tapi rata-rata untuk mencapai kandidat sekolah rujukan Google biasanya membutuhkan waktu sekitar 6 bulan secara intensif, tergantung kemampuan masing-masing sekolah,” pungkasnya. (Nur Fadillah Indah/mediaetam.com)

Bagikan:

Pos terkait