Stadion Segiri yang sempat menjadi olok-olokan publik sepak bola Tanah Air di awal Super League musim ini. Akan segera mendapat perbaikan dari Pemkot Samarinda selaku pemilik aset. Tak tanggung-tanggung, ada 5 item yang langsung dibenahi. Mulai dari rumput hingga lampu penerangan.
Borneo FC Samarinda sebagai satu-satunya wakil Kaltim, bahkan Kalimantan di kasta tertinggi sepak bola Indonesia. Langsung tancap gas di awal musim Super League edisi perdana tahun ini. Saat ini Pesut Etam menduduki puncak klasemen setelah menjadi satu-satunya tim yang selalu menang di 3 pekan awal.
Sayangnya, sorotan publik sepak bola dalam negeri bukan pada prestasi sementara Pasukan Samarinda. Tapi justru kualitas rumput Stadion Segiri yang menguning, yang jika dipadukan oleh kualitas siaran Super League. Kualitasnya sangat buruk, bahkan banyak disebut sebagai ‘siaran tahun 80-an’.
Mengadu ke Pemkot
Pada Rabu kemarin, manajemen Borneo FC secara resmi menghadap ke wali kota Samarinda. Mengadukan berbagai persoalan. Karena sejatinya, bukan hanya rumput yang jadi polemik. Namun juga lampu yang tidak mendukung pertandingan malam, sehingga berdampak ke jumlah penonton. Lalu papan skor, lintasan sentel ban, hingga masalah air bersih.
Di ujung audiensi tersebut, Wali Kota Andi Harun menjanjikan akan segera menggelar rapat untuk menindaklanjuti. Hasilnya akan disampaikan hari Jumat ini.
Kabar Baik untuk Borneo FC
Jumat pagi tadi, Manajer Borneo FC Dandri Dauri mengaku telah menerima undangan rapat sekaligus menyampaikan informasi yang sudah ia dapatkan sebelumnya. Dan semua kabar, adalah kabar baik.
“Alhamdulillah di Jumat berkah ini, saya bisa katakan semua terjawab. Pertama rumput, akan dikerjakan langsung sore ini.”
“Yang kedua, lampu penerangan akan ada penambahan sebanyak 80 unit, untuk mencapai lux yang diinginkan yakni 1.800.”
“Ketiga, papan skor akan diperbaiki mulai hari ini juga.”
“Yang keempat, terkait lintasan sentel ban yang belum diakomodir masalah rumput sintesis, nanti akan dipasang oleh pemkot.”
“Air bersih pun demikian, PDAM akan mem-back-up full, dan akan terlibat di pertandingan jika ada kendala distribusi air bersih,” jelas Dandri dengan perasaan bangga, Jumat pagi tadi pada awak media.
Bukti Pemkot Samarinda Masih Sayang Borneo FC
Sebelumnya, Borneo FC dan Pemkot Samarinda memiliki hubungan yang harmonis. Bahkan Andi Harun nyaris tak pernah melewatkan laga kandang di Segiri, jika tidak berada di luar kota.
Ia menjadi simbol bahwa Samarinda; pemerintah dan rakyatnya mendukung Pesut Etam berjaya di kancah sepak bola.
Namun karena satu dan lain hal, hubungan tersebut sempat renggang. Momennya berbarengan dengan selesainya renovasi Stadion Segiri –yang malah menghadirkan sejumlah masalah baru, karena perbaikan dan/atau perawatan tidak maksimal.
Pesut Etam bahkan memungkinkan harus kembali jadi tim musafir. Untungnya ILeague masih meloloskan Stadion Segiri, namun dengan sejumlah catatan.
Setelah ‘dengan terpaksa’ memakai stadion yang belum seutuhnya selesai diperbaiki selama 3 pekan (2 laga kandang). Manajemen merasa sudah waktunya Stadion Segiri berobat. Terlebih pekan depan Pesut Etam akan memainkan laga tandang ke Bandung, disusul jeda kompetisi karena FIFA Match Day.
Terkait respons super positif dari pemkot. Dandri Dauri tak menahan rasa senangnya. Menurutnya, sikap wali kota hari ini adalah bukti bahwa pemkot masih mendukung Borneo FC.
“Terima kasih sekali lagi, atas nama manajemen dan masyarakat Samarinda. Kami bisa bilang, Pemkot Samarinda masih sayang sama Borneo FC. Kalau saya pribadi, ini seperti cinta lama bersemi kembali,” pungkasnya. (has)








