Malut United 3-2 Borneo FC, Pesut Etam Harus Relakan Mahkota Direbut Persib di Penghujung 2025

LESU: Borneo FC mendapat kekalahan ketiga dalam 4 laga terakhirnya di markas Malut United. (BFCS)

Borneo FC memperpanjang tren negatifnya setelah menelan kekalahan 2-3 dari Malut United secara dramatis. Lebih buruknya lagi, Pesut Etam harus lengser dari puncak klasemen yang mereka huni berbulan-bulan pada penghujung 2025, untuk diserahkan kepada Persib.

Laga papan atas yang mempertemukan Malut United kontra Borneo FC di Stadion Gelora Kie Raha, Ternate pada Minggu sore langsung berjalan sengit sejak menit awal. Juan Villa membawa Borneo unggul pada menit ketiga, usai memanfaatkan umpan matang Mariano Peralta.

Bacaan Lainnya

Tertinggal cepat membuat tuan rumah bereaksi keras, David da Silva membalas pada menit ke-26. Skor 1-1 membuat Malut semakin kesetanan, sementara Borneo dipaksa bermain bertahan sampai akhir babak pertama.

Di babak kedua, Borneo kembali unggul via gol Douglas Coutinho pada menit ke-55. Tapi lagi-lagi, Malut berhasil membalas pada menit ke-69 lewat gol Taufik Rustam usai memaksimalkan blunder Ahmad Agung dalam situasi serangan balik.

Dalam situasi ini, Borneo masih berada di puncak klasemen dengan keunggulan 1 poin dari Persib –yang sejak kemarin ditempati Persib.

Walau akhir-akhir ini Borneo kerap dapat hasil buruk, namun hasil imbang setidaknya bisa tetap membuat semua orang di Samarinda tertawa, karena menutup tahun 2025 dengan berada di puncak klasemen.

Bayangan merayakan Tahun Baru di posisi teratas sudah terlihat jelas.

Tapi …

Gustavo Franca membuyarkan lewat golnya, tepat di detik-detik terakhir pertandingan.

Skor akhir 3-2 untuk Malut United.

Wajib Evaluasi Besar-besaran

Setelah tancap gas dengan 11 kemenangan beruntun, Borneo telah kehilangan 11 poin dari maksimal 12 poin yang bisa diraih pada 4 laga terakhirnya. Diawali dengan kekalahan 0-1 di kandang sendiri dari Bali United, berlanjut kalah 3-1 dari Persib, imbang 2-2 dari Persebaya, dan kini kalah dari Malut dengan skor 3-2.

Rentetan hasil minor ini bukan kesalahan satu dua individu, namun akibat kesalahan kolektif semua pemain. Isu paling besarnya adalah kedalaman skuad yang teramat tipis. Di mana kualitas pemain pelapis terpaut jauh dari pemain utama –yang belakangan kurang konsisten akibat kondisi fisik.

Jika masih ingin berebut titel juara Super League, manajemen Borneo harus berpikir matang selama bursa transfer tengah musim, untuk mendatangkan sejumlah pemain yang bisa menjadi solusi praktis/jangka pendek.

Namun jika puas dengan finis di papan atas, maka skuad saat ini sudah lebih dari cukup. Pendukung tengah menanti sikap manajemen usai kehilangan mahkota klasemen tepat di laga terakhir tahun 2025. (has)

Redaksi Media Etam

Bagikan:

Pos terkait