TENGGARONG – Bagi para nelayan di Kecamatan Tenggarong, Jembatan Naga yang gagah berdiri ternyata menyimpan persoalan pelik. Infrastruktur ikonik ini dikeluhkan karena terlalu rendah, sehingga menjadi penghalang besar bagi perahu nelayan dengan tujuan ke Sungai Mahakam, terutama saat air sedang pasang.
Rohim, nelayan setempat, mencurahkan isi hatinya terkait kondisi ini pada Selasa (20/1/2026). Ia mengaku sudah beberapa hari terakhir tidak bisa mencari ikan karena perahunya tidak bisa melewati kolong jembatan. Mau tidak mau, ia dan rekan-rekannya harus bersabar menunggu berjam-jam hingga air surut demi bisa melintas.
“Sudah berapa hari ini kami tidak dapat menangkap ikan di Sungai Mahakam karena tidak bisa lewat di bawah jembatan itu,” keluhnya.
Rupanya, kendala ini bukan cerita baru. Menurut Rohim, para nelayan senior di sana sudah bertahun-tahun memendam keluhan yang sama. Setiap kali air sungai naik, aktivitas ekonomi mereka seolah ikut terhenti karena akses jalan air yang “terkunci” oleh konstruksi jembatan yang rendah.
Harapan nelayan sebenarnya sederhana; mereka ingin pemerintah daerah melirik persoalan ini dan mencari solusi, entah itu dengan meninggikan konstruksi jembatan atau cara lain yang memungkinkan.
Mereka rindu bisa melintas dengan leluasa tanpa harus bergantung pada pasang surut air, demi kesejahteraan keluarga yang bergantung pada hasil sungai.
Laporan: Nur Fadillah Indah/mediaetam.com








