Sempat Memanas, Konflik Lahan Koperasi Merah Putih di Timbau Berakhir Damai

Lahan pembangunan Koperasi Merah Putih Kelurahan Timbau, Jalan Keli Rapak Mahang. (Dilla/Media Etam)

TENGGARONG – Rencana pembangunan gerai Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KMP) di Jalan Pesut, RT 13, Kelurahan Timbau, akhirnya menemukan titik terang. Sempat diwarnai aksi penolakan keras oleh warga setempat, kini ketegangan mulai mencair setelah tercapai kesepakatan yang mengakomodir kepentingan masyarakat dan program pemerintah.

Ketua RT 13 Kelurahan Timbau, Tuti Mandasari, menegaskan penolakan warga selama ini bukan karena tidak mendukung program presiden, melainkan murni masalah komunikasi dan kekhawatiran hilangnya fasilitas olahraga.

Bacaan Lainnya

Tuti menjelaskan, warga merasa tidak dilibatkan sejak awal rencana pembangunan tersebut muncul di tingkat kelurahan. Namun, situasi berubah kondusif setelah pihak Kecamatan Tenggarong dan Danramil turun tangan melakukan mediasi secara langsung.

“Kami ingin meluruskan, warga tidak menolak program presiden. Kami mendukung penuh. Yang kami sayangkan di awal tak ada komunikasi sama sekali, sehingga kami merasa tidak dihargai. Kini warga bisa menerima karena kami dilibatkan,” ujar Tuti, Selasa (14/4/2026).

Pembagian Area Jadi Jalan Tengah

Titik temu dari mediasi ini adalah pembagian lahan secara proporsional. Dari total luas lahan sekitar 80 x 39 meter, bangunan koperasi dan area parkir direncanakan memakan lahan sekitar 30 meter. Sementara itu, sisa lahan seluas kurang lebih 47 x 39 meter akan tetap dipertahankan sebagai fasilitas publik.

Bahkan, pihak kecamatan menawarkan solusi untuk “menaikkan” usulan pembangunan lapangan mini soccer yang lebih layak ke Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kukar agar lapangan tersebut tidak lagi berlumpur.

“Pihak kecamatan menawarkan membantu usulan ke Dispora. Meskipun porsinya berkurang untuk bangunan koperasi, fungsinya tetap sebagai sarana olahraga, bahkan di- upgrade lebih representatif,” tambahnya.

Pihak RT bersama Pemerintah Kecamatan dijadwalkan akan menghadap ke Dispora Kukar pada pekan mendatang. Tujuannya adalah memastikan usulan pembangunan sarana olahraga tersebut dapat masuk dalam penganggaran APBD Perubahan.

Tuti menekankan insiden ini menjadi pelajaran penting bagi instansi pemerintah dalam menjalankan program di tengah pemukiman warga.

“Kuncinya adalah komunikasi yang baik. Apapun masalahnya, kalau dikomunikasikan dengan baik sejak awal, pasti ada jalan keluarnya,” pungkasnya.

Laporan: Nur Fadillah Indah/mediaetam.com

Bagikan:

Pos terkait