Ingin Buka Usaha Sendiri? Warga Kukar Kini Bisa Usulkan Pelatihan Gratis ke Distransnaker

ILUSTRASI: Warga Kukar bisa mengajukan pelatihan kerja gratis ke Disnaker, seperti pelatihan keterampilan menjahit. (RRI)

TENGGARONG – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutai Kartanegara (Kukar) melalui Dinas Transmigrasi dan Tenaga Kerja (Distransnaker) terus mendorong warga untuk tidak hanya bergantung pada lowongan pekerjaan di perusahaan, tetapi juga berani menjadi pemilik usaha (owner). Berbagai program pelatihan mulai dari menjahit, perbengkelan, hingga pembuatan souvenir kini bisa diusulkan langsung oleh masyarakat.

Plt. Kepala Disnaker Kukar, Dendy Fahriza, menjelaskan pihaknya menyediakan program “Perluasan Kesempatan Kerja” yang dikhususkan bagi warga yang memiliki minat menjadi wirausahawan.

Bacaan Lainnya

Dendy membeberkan ada tiga mekanisme yang bisa ditempuh kelompok masyarakat untuk mendapatkan pembekalan usaha dari pemerintah:

 1. Proposal Langsung: Masyarakat membentuk kelompok dan mengajukan proposal yang ditujukan kepada Bupati Kukar atau Distransnaker.

 2. Musrenbang: Menyampaikan aspirasi saat pelaksanaan Musyawarah Perencanaan Pembangunan desa hingga kecamatan.

 3. Pokir DPRD: Melalui konstituen atau anggota legislatif di dapil masing-masing.

Persyaratan

Bagi masyarakat yang berminat mengajukan usulan kelompok, Distransnaker telah menetapkan sejumlah persyaratan administratif dan kriteria prioritas sebagai berikut:

Program ini terbuka bagi masyarakat dengan rentang usia 17 hingga 50 tahun yang memenuhi sejumlah persyaratan administrasi dan kriteria tertentu. Calon peserta diwajibkan menyerahkan fotokopi KTP dan Kartu Keluarga (KK) sebagai bukti identitas, serta melampirkan dokumen pendukung berupa ijazah pendidikan terakhir dan Kartu Kuning (AK1).

Bagi peserta yang pernah atau sedang menjalankan usaha, baik secara perseorangan maupun kelompok, juga diminta untuk menyertakan Surat Keterangan Usaha (SKU) dari desa atau kelurahan setempat sebagai bentuk legalitas usaha.

Dalam proses seleksi, program ini memberikan prioritas kepada masyarakat yang belum memiliki pekerjaan, setengah menganggur, serta warga kurang mampu yang terdata dalam DTKS pada Desil 1 hingga Desil 5, mulai dari kategori sangat miskin hingga pas-pasan. Selain itu, peserta yang belum pernah mengikuti pelatihan atau program pemberdayaan sebelumnya akan lebih diutamakan, terutama mereka yang memiliki motivasi tinggi untuk berkembang menjadi wirausaha.

“Proposal yang disampaikan harus diketahui oleh Ketua Kelompok, RT, pihak Desa/Kelurahan, hingga Kecamatan dengan masa usulan minimal 2 tahun berjalan,” ujar Dendy Fahriza, Selasa (5/5/2026).

Sejauh ini, Disnaker telah mengantongi banyak usulan yang tersebar di berbagai kecamatan. Untuk tahun 2026, pelaksanaan pelatihan diprediksi akan mulai bergulir pada pertengahan tahun.

“Tahun ini kemungkinan di kisaran Juni atau Juli. Pelatihan yang akan dilaksanakan antara lain pertukangan suvenir dan perbengkelan. Kami pilih suvenir karena peminatnya banyak tapi pelakunya masih jarang, sehingga pangsa pasarnya bagus,” bebernya.

Dendy mengakui tantangan terbesar saat ini adalah mengubah pola pikir masyarakat yang mayoritas masih ingin menjadi karyawan. Padahal, lowongan kerja di perusahaan saat ini sangat terbatas dan sering kali tidak terinformasikan dengan baik.

Sebagai solusi, Disnaker menyiapkan aplikasi Kukar Siap Kerja. “Ke depan, perusahaan wajib menginformasikan loker melalui aplikasi ini, sehingga informasi akan langsung terkirim melalui email atau WhatsApp tenaga kerja lokal yang sudah terdata,” tutupnya.

Laporan: Nur Fadillah Indah/mediaetam.com

Bagikan:

Pos terkait