TENGGARONG – Kabupaten Kutai Kartanegara bakal kembali mengadakan event berskala nasional dengan tajuk “Kukarland Festival 2022”, yang akan dilaksanakan pada 15 sampai16 November 2022 mendatang, di Lapangan Panahan Stadion Aji Imbut Tenggarong Seberang.
Kepala Dinas Pariwisata (Dispar) Kukar Slamet Hadiraharjo mengatakan, event dua hari tersebut, masyarakat yang hadir akan disuguhi tampilan berbagai artis nasional hingga lokal Kukar. Dan disediakan stand bagi para pengunjung untuk pasar clothing, thrifting, kuliner hingga suvenir.

“Setelah event nasional sebelumnya Rock in Borneo, pesta musik berskala nasional khas Kabupaten Kukar yang mendatangkan berbagai artis Ibukota akan kembali menghibur masyarakat Tenggarong pada 15-16 November mendatang. Bertajuk ‘Kukarland Festival 2022’, event yang akan berlangsung selama dua hari ini akan mendatangkan 5 artis Ibukota. Yakni Slank, Jamrud, Shaggydog, Soegi Bornean dan band cadas asli Kukar, Kapital,“ terang Slamet Hadiraharjo.
Menurut Slamet, event ini merupakan bagian dari program dedikasi dari visi misi Bupati dan Wakil Bupati Kukar, Edi Damansyah bersama Rendi Solihin. Yakni Kukar Kaya Festival dan Kukar Kreatif Idaman.
“Dengan kegiatan ini Pemkab Kukar dalam mensejahterakan ekonomi rakyat melalui festival yang dapat memberikan multiplier effect. Dengan ini UMKM akan berkembang, orang-orang datang akan berkeliling lebih dulu di Tenggarong. Kita mengenalkan semua produk wisata yang ada di Kukar. Masyarakat juga akan mendapat untung dari banyaknya wisatawan yang datang,” tuturnya.
Ia menambahkan, Kukarland festival merupakan level kedua dari Rock in Borneo, yang berarti akan memiliki skala besar hingga ribuan massa.
“Untuk itu saya berharap masyarakat tidak mengkonotasikan event ini dengan biaya besar. Karena Pemkab Kukar telah memikirkan dampak berkepanjangannya yang akan dirasakan masyarakat. Pemerintah hanya memfasilitasi dan mengkoordinir kegiatan yang bisa menyejahterakan masyarakat. Kita juga perlu mengedukasi masyarakat. Kabupaten ini sudah mendedikasikan diri sebagai kota wisata, mau tidak mau masyarakat juga harus diedukasi,” tutupnya. (Adv)








