Mediaetam.com, Kukar – Stunting merupakan gangguan kondisi kesehatan dalam pertumbuhan dan perkembangan anak akibat kekurangan gizi kronis dan infeksi berulang.
Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Kukar Martina Yulianti mengatakan kondisi kesehatan ini ditandai dengan tinggi badan yang di bawah standar anak seusianya, dan membuat kondisi tubuh tidak bisa kembali normal.
Selain itu, ada beberapa dampak negatif dari stunting, seperti IQ lebih rendah sampai 11 poin. Mortalitas bayi 4x lipat. Penghasilan di masa dewasa 22 persen lebih rendah. Penurunan Gross Domestic Product (GDP) indikator penting mengetahui kondisi ekonomi suatu negara sekitar 16 persen hingga peningkatan penyakit degeneratif.
“Penyakit degeneratif ini kondisi kesehatan yang menyebabkan jaringan atau organ memburuk dari waktu ke waktu. Jika tidak segera diatasi akan berdampak pada tumbuh kembang anak,” jelasnya.
Pada akhirnya, tinggi badan anak yang mengidap stunting tidak akan normal seperti teman-teman seusianya pada saat dewasa nanti. Jadi, orang tua sangat berperan penting untuk mengetahui penangananan dan pencegahan stunting dengan terus melakukan pemantauan tumbuh kembang anak.
“Para orang tua harus memperhatikan tumbuh kembang anak dengan rutin melakukan pengukuran dan penimbangan balita di posyandu dan memberikan asupan gizi yang cukup,” pungkasnya. (Indah Hardiyanti)








