TENGGARONG – Pagi yang tenang di Gang 07, RT 02, Kelurahan Timbau, mendadak pecah oleh kepanikan. Kobaran api yang muncul tiba-tiba menghanguskan sebuah bangunan bangsalan enam pintu pada Kamis (22/1/2026) pagi, saat warga baru saja memulai aktivitas mereka.
Api dilaporkan mulai terlihat sekitar pukul 07.20 Wita. Doni, seorang saksi mata di lokasi kejadian, menceritakan suasana mencekam saat si jago merah mulai membesar.
Bahkan, ia sempat mendengar dua kali suara ledakan keras yang memicu kekhawatiran warga di permukiman padat penduduk tersebut.
“Ada ledakan dua kali. Beruntung petugas pemadam cepat datang dan langsung mencari celah supaya bisa mendekati titik api. Syukurnya lagi, saat kejadian warga memang sudah bangun jadi bisa langsung menyelamatkan diri,” cerita Doni di lokasi kejadian.
Kondisi permukiman yang sangat rapat menjadi tantangan tersendiri. Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkar Matan) Kukar yang tiba lima menit setelah laporan masuk harus memutar otak karena akses jalan yang sulit ditembus oleh armada besar.
Petugas pun harus berjibaku mencari celah di sela-sela rumah warga agar selang air bisa menjangkau sumber api.
Meski medan cukup sulit, upaya sigap puluhan personel pemadam bersama warga sekitar akhirnya membuahkan hasil. Api berhasil disekat sehingga tidak sempat merambat ke bangunan permanen lain yang berdekatan. Jika terlambat sedikit saja, dampaknya bisa jauh lebih fatal mengingat kondisi Gang 07 yang merupakan area padat penduduk.
Hingga menjelang siang, petugas masih terus melakukan upaya pendinginan untuk memastikan tidak ada titik api tersembunyi di balik puing-puing bangunan. Penyebab pasti kebakaran ini masih dalam penyelidikan polisi, namun dugaan awal mengarah pada kebocoran tabung gas LPG di salah satu pintu bangsalan.
Tak Ada Korban Jiwa
Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam musibah ini karena seluruh penghuni sempat mengevakuasi diri. Namun, kerugian material diperkirakan mencapai ratusan juta rupiah karena hampir tidak ada barang berharga milik penghuni bangsalan yang sempat diselamatkan.
Sementara itu, para korban kebakaran terpaksa mengungsi ke tempat kerabat sembari menunggu penanganan lebih lanjut dari pihak kelurahan maupun pemerintah daerah.
Laporan: Nur Fadillah Indah/mediaetam.com








