TENGGARONG – Hujan deras yang mengguyur wilayah Kabupaten Kutai Kartanegara selama beberapa hari terakhir memicu banjir besar di Kecamatan Loa Kulu. Akibatnya, ratusan rumah warga terendam air dan aktivitas warga lumpuh. Merespons kondisi darurat ini, Bupati Kukar Edi Damansyah turun langsung ke lapangan untuk memantau situasi dan menyerahkan bantuan secara langsung.
Pada Sabtu (12/4), Bupati Edi bersama Camat Loa Kulu H. Adriansyah dan Komunitas Mobil Jimny Kukar menyambangi beberapa lokasi terdampak, seperti Dusun Lebaho Lais di Desa Jembayan Dalam dan Desa Sungai Payang. Keduanya merupakan wilayah terparah yang terdampak banjir, dengan total 469 Kepala Keluarga (KK) dari 17 Rukun Tetangga (RT) yang tercatat sebagai korban.
“Kehadiran kami hari ini bukan hanya untuk menyalurkan bantuan, tapi juga mendengarkan langsung apa yang dibutuhkan warga. Kami ingin memastikan setiap keluarga yang terdampak merasakan kehadiran negara,” ujar Edi di sela-sela kegiatan.
Bantuan yang diserahkan meliputi paket sembako, perlengkapan bayi, obat-obatan seperti paracetamol dan salep gatal, hingga kebutuhan dasar seperti minyak telon dan pampers. Edi Damansyah juga mengajak masyarakat untuk tetap semangat dan saling bantu dalam menghadapi bencana ini.
Menurut Camat Loa Kulu, banjir terjadi karena curah hujan yang tinggi yang bersamaan dengan naiknya permukaan air Sungai Mahakam. “Air masuk ke permukiman dengan cepat dan tidak sempat surut karena tertahan pasang sungai. Kami terus memantau kondisi warga dan sudah membuka jalur komunikasi dengan semua RT,” jelasnya.
Bupati Kukar beserta rombongan tidak hanya menyalurkan bantuan dari darat, tetapi juga menggunakan perahu untuk menjangkau area yang tidak bisa dilalui kendaraan. Langkah ini memperlihatkan keseriusan pemerintah daerah dalam memastikan bantuan benar-benar sampai ke tangan warga.
Respons cepat dari Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara mendapat sambutan positif dari warga Loa Kulu. Tak sedikit yang menyampaikan rasa terima kasih atas perhatian dan kepedulian yang ditunjukkan langsung oleh pemimpin daerah mereka.
Sementara itu, dukungan terhadap korban banjir juga datang dari berbagai pihak seperti Dinas Sosial Kukar, Palang Merah Indonesia (PMI), dan perusahaan swasta seperti PT MHU Coal. Bantuan terus mengalir dan dikoordinasikan melalui posko-posko tanggap darurat yang tersebar di beberapa titik.
Kondisi banjir di Loa Kulu hingga kini masih dalam pemantauan intensif. Pemerintah berharap cuaca segera membaik dan warga dapat kembali menjalani aktivitas seperti biasa. Untuk sementara, bantuan akan terus digulirkan guna memastikan tidak ada warga yang terabaikan.








