KOTA BANGUN – Suasana hangat dan penuh kebersamaan mewarnai kegiatan halal bihalal yang digelar Bupati Kutai Kartanegara (Kukar), Aulia Rahman Basri, di Aula Balai Pertemuan Umum (BPU) Kecamatan Kota Bangun, Selasa lalu. Kegiatan ini menjadi momentum silaturahmi antara kepala daerah dengan masyarakat di kampung halamannya.
Didampingi sang istri, Andi Deezca Pravidhia Aulia, serta ibunda tercinta Hj. Ratna Ningsih dan ketiga anaknya, Bupati Aulia menyambut ratusan warga yang hadir dari berbagai wilayah, seperti Kota Bangun, Kota Bangun Darat, Muara Wis, Kenohan, Muara Muntai, Kembang Janggut, hingga Tabang. Mereka datang dari beragam latar belakang, mulai dari masyarakat umum hingga tokoh pemerintahan dan pelaku usaha.
Silaturahmi Lintas Kalangan
Tidak hanya masyarakat, sejumlah pejabat turut hadir dalam kegiatan tersebut. Camat, kepala desa, hingga perwakilan perusahaan tampak berbaur tanpa sekat, menciptakan suasana kekeluargaan yang kental dalam perayaan Idulfitri tahun ini.
Aulia menyampaikan bahwa momen halal bihalal ini bertepatan dengan agenda mudiknya ke Kota Bangun pada hari keempat Lebaran. Ia mengaku bangga dapat bersilaturahmi langsung dengan masyarakat di daerah asalnya.
“Atas nama pribadi, keluarga, dan Pemerintah Kabupaten Kukar, kami mengucapkan Selamat Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah. Mohon maaf lahir dan batin atas segala kekhilafan dalam interaksi kita selama ini,” ujarnya.
Suasana Meriah dengan Hiburan
Kemeriahan acara semakin terasa saat Bupati Aulia bersama sang istri turut menghibur tamu undangan dengan menyanyikan beberapa lagu, di antaranya “Aku dan Dirimu” yang dipopulerkan Ari Lasso serta “Kopi Dangdut” milik Fahmi Shahab. Penampilan tersebut diiringi oleh Band M2 Studio Acoustic Kota Bangun.
Dalam kesempatan itu, Aulia juga memohon doa restu dari masyarakat, khususnya doa dari sang ibunda, agar dirinya dapat menjalankan amanah sebagai Bupati Kukar dengan lancar dan penuh tanggung jawab.
Ia berharap, momentum Idulfitri ini menjadi ajang untuk saling memaafkan dan kembali ke fitrah, sebagaimana makna suci setelah menjalani ibadah Ramadan.
“Semoga setelah Ramadan ini kita kembali menjadi pribadi yang bersih, seperti bayi yang baru lahir, serta terus menjaga silaturahmi di antara kita semua,” tutupnya.
Redaksi Media Etam








