TENGGARONG – Desa Pela, Kecamatan Kota Bangun, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) masuk 15 besar dalam Lomba Desa Wisata Nusantara.
Hal ini disampaikan Kabid Pendayagunaan Sapras, SDA dan TTG Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kukar, Atih Hayati.
Ia mengungkapkan, pada 31 Oktober-2 November lalu telah dilakukan penilaian oleh Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Kemendes PDTT).
Atih menjelaskan, wisata pedesaan adalah kegiatan wisata yang hanya menekankan kegiatan wisata di obyek wisata yang ada di desa dan kegiatan wisata tersebut tidak terfokus pada kegiatan masyarakat di dalamnya. Sedangkan, desa wisata menekankan pada interaksi dengan masyarakat setempat.
“Tidak harus memiliki Objek Wisata, desa wisata bisa dilakukan dengan mengexplor kegiatan sehari-hari masyarakat. Seperti di Hulu Mahakam bisa menjual paket wisata tanam di lahan gambut, yang dikelola oleh BUMDes setempat,” ucapnya.
Desa Wisata Pela sendiri sudah berkembang dan terkenal dengan atraksi airnya. Di desa ini, menjual atraksi keindahan alam khas Mahakam Tengah. Di Desa Pela, pengunjung yang beruntung bisa bertemu Pesut Mahakam. Selain itu, banyak pula atraksi air seperti wisata memancing atau menikmati keindahan Danau Semayang dan Melintang.
Desa Pela merupakan perkampungan nelayan. Ciri khas permukiman warga di desa ini adalah rumah panggung kayu yang menancap di daratan dan rumah rakit yang berada di tepi sungai. Untuk menghubungkan satu sama lain, jalan yang dibuat dari kayu bak jembatan ini, menjadi akses selain perahu-perahu warga yang terparkir di tepi sungai. (off/Mediaetam.com)








