Di Desa Muara Jawa Ulu, Baharuddin Demmu Sosialisasikan Wawasan Kebangsaan

Foto : Agenda Sosialisasi Wawasan kebangsaan oleh Baharuddin Demmu Bersama Warga Desa Muara Jawa Ulu (Mujahid/Mediaetam.com)
Foto : Agenda Sosialisasi Wawasan kebangsaan oleh Baharuddin Demmu Bersama Warga Desa Muara Jawa Ulu (Mujahid/Mediaetam.com)

Mediaetam.com- Anggota DPRD Provinsi Kalimantan Timur, Baharuddin Demmu menggelar Sosialisasi Wawasan Kebangsaan (Soswasbang) ke -8 di Desa Muara Jawa Ulu, Muara Jawa, Kutai Kartanegara, Kamis, (30/11/23).

Ratusan peserta hadir mengikuti agenda yang di moderatori oleh Hj. Mahdalena HA, S.Pd.MM. Dua pemateri dari Fakultas Hukum Unmul juga dihadirkan yakni, Warkhatun Najidah, S.H, M.H dan Dr. Haris Retno Susmiyati, S.H, M.H.

Soswasbang dimulai dengan pemaparan Baharuddin Demmu yang menjelaskan tugas pokok dan fungsi anggota DPRD Kaltim. Dirinya berharap agar masyarakat memahami apa saja peran yang bisa ia lakukan, untuk mengoptimalkan kinerja anggota dewan, sebagai pejuang aspirasi masyarakat.

Dia juga berpesan, agar masyarakat yang telah menjadi peserta Soswasbang, dapat menyebarkan paham kebangsaan dari lingkup terkecil di keluarga, hingga masyarakat sekitar.

“Dengan memahami konsep kebangsaan, bangsa kita tidak akan mudah terpengaruh dengan budaya-budaya negatif dari luar. Termasuk dapat berperan menangkal radikalisme,” kata Baharuddin Demmu

Dilanjutkan, oleh Warkhatun Najidah, yang menjelaskan tentang empat konsensus berbangsa dan bernegara. Mulai dari penjelasan Pancasila, UUD, NKRI, dan Bhineka Tunggal Ika.Dia memberikan sejumlah contoh, yang relevan dengan kehidupan sehari-hari masyarakat.

Sementara itu, Haris Retno Susmiyati memaparkan makna wawasan kebangsaan, dan hubungannya bagi masyarakat yang majemuk, untuk menjaga nilai-nilai bangsa dengans semangat persatuan.

“Wawasan Kebangsaan sangat identik dengan Wawasan Nusantara, yaitu cara pandang bangsa Indonesia dalam mencapai tujuan nasional yang mencakup perwujudan Kepulauan Nusantara sebagai kesatuan politik, sosial budaya, ekonomi dan pertahanan keamanan,” kata Retno, sapaannya, kepada peserta Sosbang.

Wawasan kebangsaan, lanjut Retno, dapat diartikan sebagai konsepsi cara pandang yang dilandasi akan kesadaran diri sebagai warga dari suatu negara akan diri dan lingkungannya di dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

“Cara pandang bangsa Indonesia mengenai diri dan lingkungannya, mengutamakan kesatuan dan persatuan wilayah dalam penyelenggaraan kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara,” tutup Retno. (Mujahid)

Bagikan:

Pos terkait