TENGGARONG – Untuk memastikan masyarakat Kutai Kartanegara (Kukar) mengonsumsi pangan yang aman dan berkualitas, Dinas Ketahanan Pangan Kukar mengambil langkah strategis dengan meluncurkan Program SiPeSAT atau Strategi Pengawasan Keamanan Pangan Segar Asal Tumbuhan. Inisiatif ini dirancang untuk memperkuat pengawasan terhadap Pangan Segar Asal Tumbuhan (PSAT), terutama di tahap pre-market, sebelum produk-produk tersebut beredar di pasaran.
Peluncuran Program SiPeSAT merupakan upaya konkret Dinas Ketahanan Pangan Kukar dalam menjawab kekhawatiran masyarakat terhadap dampak kesehatan yang mungkin ditimbulkan oleh PSAT yang tercemar residu pestisida. Dalam rangkaian kegiatan ini, Dinas Ketahanan Pangan bekerja sama secara aktif dengan jejaring keamanan pangan dan berbagai pemangku kepentingan, termasuk Koordinator Penyuluh Pertanian dan para Penyuluh Pertanian lapangan.
“Pengawasan PSAT bukan hanya tanggung jawab dinas, tetapi menjadi kerja kolektif lintas sektor untuk menciptakan pangan sehat dan mendukung generasi emas masa depan,” tegas Aji Deni HM, Kepala Bidang Keamanan Pangan Dinas Ketahanan Pangan Kukar sekaligus reformer dalam Pendidikan dan Pelatihan Kepemimpinan Administrator Angkatan I Tahun 2025.
Sebagai langkah awal, sosialisasi Program SiPeSAT telah digelar di lima kecamatan prioritas pertanian, yakni Tenggarong, Loa Kulu, Marang Kayu, Muara Kaman, dan Sebulu. Total 97 petani hortikultura dari wilayah tersebut terlibat aktif dalam kegiatan ini. Sebanyak 293 sampel sayur dan buah diambil dari para petani untuk diuji menggunakan metode rapid test residu pestisida. Hasil pengujian ini menjadi dasar penting dalam memetakan dan menekan potensi risiko keamanan pangan di lapangan.
Pentingnya pengawasan PSAT ini tidak lepas dari misi besar pembangunan kesehatan masyarakat Kukar dan mendukung Asta Cita Presiden Prabowo dalam mencetak generasi emas Indonesia. Melalui Program SiPeSAT, Dinas Ketahanan Pangan Kukar berharap bisa memberikan jaminan terhadap pangan yang dikonsumsi masyarakat—tidak hanya segar, tetapi juga aman dan bermutu tinggi.
Diklat kepemimpinan yang diikuti Aji Deni berlangsung sejak 24 Februari hingga 4 Juli 2025 di Samarinda. Di forum tersebut, Aji Deni menyampaikan makalah berjudul “Test and Profer Test” yang menegaskan bahwa pengawasan keamanan PSAT perlu menjadi agenda bersama lintas sektor.








