TENGGARONG – Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) pada tahun 2025 akan melanjutkan program yang sama seperti tahun 2024, dengan fokus utama pada pengendalian inflasi dan penyediaan bahan pangan.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kukar, Sutikno, mengungkapkan bahwa salah satu kegiatan utama adalah pengendalian inflasi terutama terkait ketersediaan bahan pangan di wilayah Kukar.
“Alhamdulillah untuk tahun 2025, anggaran sudah disiapkan, terutama untuk stok beras yang ada di Kukar mencapai 295 ton. Ini akan membantu penyediaan bahan pangan terutama yang berat,” ungkapnya dalam wawancara dengan mediaetam.com.
Selain itu, Dinas Ketahanan Pangan Kukar juga akan mengutamakan program gerakan pangan murah sebagai upaya untuk menekan harga pangan. Program ini biasanya dilakukan dua kali dalam setahun, dengan yang pertama dijadwalkan segera. “Insya Allah yang selanjutnya akan tetap aman,” tambahnya.
Terkait bulan Ramadan yang sering diwarnai gejolak inflasi, Sutikno menjelaskan bahwa Dinas Ketapang Kukar juga berkolaborasi dengan berbagai stakeholder untuk mengadakan gerakan pangan murah.
“Contohnya, harga lombok yang semula mencapai Rp120.000, kini sudah turun menjadi Rp80.000, bahkan ada yang hanya Rp75.000. Kami juga memasukkan bawang merah dan bawang putih dalam program ini untuk membantu masyarakat agar daya beli mereka tetap terjangkau,” jelasnya.
Sebagai tambahan, Dinas Ketapang Kukar akan meluncurkan program gerakan tanam cabai, yang akan dibagikan kepada 150 kelompok pada tahun 2025. Program ini juga termasuk dalam upaya pengendalian inflasi.
“Kami akan membantu daerah-daerah yang rawan pangan melalui bantuan identifikasi dan pendistribusian,” jelasnya.
Program ini akan menyentuh 20 kecamatan di Kukar dan melibatkan kelompok-kelompok seperti KWT, PKK, anak sekolah, masjid, dan tempat ibadah lainnya.
“Kami berharap tahun 2025 ini dapat berjalan lancar dan memberikan manfaat besar bagi masyarakat Kukar,” pungkasnya. (Nur Fadillah Indah/mediaetam.com)








