Mediaetam.com – Dinas Pariwisata Provinsi Kalimantan Timur (Dispar Kaltim) mengaku optimis soal pemindahan IKN. Sebab, hal ini berdampak terhadap peningkatan kunjungan wisatawan dari luar Kaltim untuk berwisata di provinsi Kalimantan Timur.
Kepala Bidang Pengembangan Pemasaran Dinas Pariwisata Provinsi Kaltim, Restiawan Baihaqi, menyampaikan hal tersebutI dalam kegiatan susur sungai Mahakam berkaitan dengan Informasi Pariwisata & Ekraf Dinas Provinsi Kalimantan Timur” di Kapal Pesut Kita, Kamis (14/12/23).
“Pada 17 Agustus tahun 2024 upacara itu sudah dilaksanakan di IKN, saya tidak bisa membayangkan berapa banyak wisatawan yang akan menyusuri kawasan di sekitar sisi-sisi IKN,” ungkap Baihaqi.
Selain itu, ia pun mendorong semua pihak dengan adanya di IKN di Provinsi Kaltim untuk tak berbicara tentang Kaltim saja. Posisi kita sekarang sebagai IKN.
“Sehingga kedepannya kita bukan saja berbicara tentang Kaltim tetapi juga berbicara tentang Nusantara,” jelasnya.
Bahaiqi pun menambahkan, untuk kunjungan wisatawan di Provinsi Kaltim pada tahun 2023 ditargetkan mencapai 9 Juta.
“Namun secara realisasi menurut BPS hanya mencapai pada angka 5-6 Juta pengunjung,” bebernya.
Lebih lanjut menurutnya, saat ini Provinsi Kaltim masih belum mampu menyamai kunjungan wisatawan di Pulau Jawa misalnya, di Jawa timur dan Jawa tengah .
“Banyak faktornya salah satu yang mempengaruhi yaitu, ongkos transportasi,” sebutnya.
Namun menurutnya, saat ini ada peningkatan dari segi ruang Informasi Parawisata Kaltim meskipun masih ada beberapa hal hal yang perlu ditingkatkan lagi .
“Sejauh ini berdasarkan riset independen jika hanya mengacu pada faktor informasi Kaltim ke pariwisata untuk penilaian kita berada diangka 95, tapi itu baru di hitung dari satu media informasi Instagram, saat ini total pengikut kami di Instagram berada diangka 8000-an dan untuk jumlah postingan itu sekitar 540-an,” terangnya.
Di akhir, Baihaqi pun mengajak agar berbagai pihak bekerja sama untuk mempromosikan dan memajukan sektor Parawisata di provinsi Kaltim.
“Ini menjadi tanggung jawab kita bersama baik itu dari dinas pariwisata maupun kawan kawan dari duta pariwisata untuk mempromosikan parawisata di Kaltim, jika dinyatakan caranya saya rasa rekan-rekan semua sudah paham, jangan sampai posisi kita hari ini ditunjuk sebagai IKN tapi justru untuk di sektor pariwisatanya tidak siap,” tutupnya. (Mujahid/Mediaetam.com).








